4 Bahaya Keguguran Tanpa Kuret yang Wajib Ibu Tahu!

By | November 18, 2018

Kehamilan adalah anugrah dan juga kado terindah untuk pasangan suami istri. Namun demikian, kebanyak calon ibu tidak menyadari bahwa dirinya hamil pada minggu pertama kehamilan. Tanda awal kehamilan sebelum telat haid biasanya bisa dilihat bila calon ibu sering kelelahan, emosi yang naik turun, nafsu makan yang berkurang, dan lainnya.

Tanda awal kehamilan yang kurang disadari ini bisa mengakibatkan ibu keguguran dikarenakan terlalu memaksakan beban pekerjaan dan tidak mempedulikan kesehatan. Ketika keguguran maka akan keluar lendir darah. Untuk membersihkan sisa dari lendir darah dalam rahim, maka sebaiknya calon ibu melakukan kuret di rumah sakit. Keguguran tanpa kuret akan memberikan bahaya pada calon ibu sendiri.

Kuret sendiri sebenarnya berguna untuk membersihkan rahim dari jaringan janin. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa kuret tidak perlu dilakukan jika usia kehamilan belum menginjak usia 7 minggu. Walaupun demikian, jika ternyata masih ada sisa-sisa jaringan janin pada rahim sebaiknya calon ibu melakukan kuret agar terhindar dari berbagai infeksi rahim dan juga penyakit.

Kuret relatif lebih murah dibandingkan dengan akibat yang ditimbulkannya. Walaupun demikian, beberapa ibu takut melakukan kuret pasca keguguran dikarenakan beberapa hal di antaranya adalah rusaknya leher rahim, pendarahan selama kuret, infeksi yang terjadi pada organ reproduksi yang akan berakibat pada pada program kehamilan selanjutnya, dan masalah alergi obat setelah kuret.

Namun demikian, tidak melakukan kuret pasca keguguran juga bisa berakibat fatal. Berikut beberapa bahaya keguguran tanpa kuret :

  1. Kanker Rahim

Jika ibu pernah mengalami keguguran tanpa melakukan kuret maka hal tersebut bisa mengakibatkan kanker rahim yang diakibatkan karena masih ada sisa jaringan janin pada janin.

 

  1. Kista

Kista adalah penyakit yang sangat menghantui para ibu dikarenakan bisa menghambat kehamilan selanjutnya. Pertumbuhan kista karena tidak melakukan kuret akan lebih cepat dari keadaan biasanya. Dengan bahaya yang ditimbulkan tentunya ibu yang mengalami keguguran bisa mempertimbangkan dengan baik-baik untuk melakukan penanganan terbaik pasca keguguran.

 

  1. Anemia Dan Pendarahan

Hal yang menakutkan bagi ibu ketika kuret adalah terjadinya pendarahan, bahkan pendarahan tersebut bisa terjadi selama kurun waktu 30 hari. Pendarahan yang lama akan berimbas pada terjadinya anemia pada ibu yang bisa menganggu aktivitasnya selama berhari-hari.

 

  1. Tekanan Psikologis

Biasanya ibu tidak melakukan kuret karena takut akan terjadi hal yang buruk pada rahimnya. Ketakutan terhadap hal tersebut sangatlah wajah dikarenakan rahim adalah tempat janin tumbuh dan berkembang.

 

Pada dasarnya keguguran disebabkan tidak hanya karena kondisi lingkungan, namun juga karena kondisi internal. Beberapa penyebab internal yang sering mengakibatkan di antaranya adalah kehamilan pada usia yang rentan sekitar di atas 40 tahun, kebiasaan hidup yang buruk seperti merokok, dan minum-minuman berakohol. Selain itu, konsumsi obat-obatan tanpa resep dokter, masalah rahim, kelelahan dan  infeksi yang diakibatkan dari HIV, ataupun cacar juga mengakibatkan keguguran.

Keguguran memang hal yang tidak pernah diinginkan bagi seorang ibu, sehingga berbagai hal untuk menjaga kehamilan sangat ditekankan, mulai dari mengurangi pekerjaan sampai aktivitas fisik, menjaga pola makan sehari-hari, meminum obat penguat Rahim, dan lainnya sebagainya. Hal tesebut tentunya sangat wajar dilakukan oleh ibu karena anak adalah anugrah yang sangat di nanti-nanti kehadirannya.

 

Melakukan kuret pasca keguguran adalah jalan yang terbaik agar ibu tidak mengalami hal-hal buruk di kemudian hari. dukungan orang sekitar tentunya sangat diperlukan pasca keguguran agar ibu bisa lebih termotivasi untuk beraktivitas sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *