Berbagai Resiko Mengkonsumsi Obat Kimia yang Dijual Bebas

By | August 10, 2016

Obat kimia bebas atau obat yang diberikan tanpa resep dokter yang bisa didapatkan di toko, umumnya lebih dipilih dikonsumsi oleh masyarakat. Pada umumnya obat ini untuk menangani gejala-gejala yang ringan dan dianggap tidak memerlukan konsultasi dokter seperti flu, sakit kepala, batuk ringan. Padahal, selain mengandung banyak resiko, obat bebas ini belum tentu sesuai dengan penyembuhan penyakit yang Anda derita sekarang ini. Banyak orang yang lebih sering menggunakan obat yang dijual bebas tanpa mencari tahu sebenarnya apa penyebab asli penyakit yang mereka alami, padahal mengkonsumsi obat ini akan membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi tidak dengan takaran yang pas atau hingga jangka panjang.

Mengkonsumsi obat bebas yang dijual di warung dengan dosis yang kurang tepat bisa menimbulkan resiko kesehatan yang cukup serius, bahkan tidak sedikit orang yang meninggal dikarenakan mengkonsumsi obat bebas dengan dosis yang berlebihan. Oleh karena itu, ketika Anda ingin mengkonsumsi obat bebas, Anda harus memeriksanya dengan cermat.

Berikut tips saat akan mengkonsumsi obat kimia bebas, antara lain:

  • Selalu baca label. Selalu baca dan mengikuti informasi yang berada di label atau petunjuk penggunaan setiap kali Anda akan mengkonsumsi obat. Dosis ini telah disesuaikan agar membuahkan manfaat tanpa efek apapun. Apabila Anda melebihi dosis, bisa jadi obat malah akan membawa dampak yang kurang baik untuk tubuh Anda,
  • Ikuti takaran. Kenali perbedaan serta patuhi takaran yang berada di petunjuk penggunaan seperti 1 sendok teh, satu sendok makan, atau milimeter. Hindari menebak-nebak dengan menggunakan takaran yang berbeda.

Beberapa produsen juga menyediakan berbagai macam varian dengan merk yang sama seperti obat pilek X yang dikhususkan untuk dewasa dan obat pilek X untuk anak-anak. Di setiap varian sengaja diperuntukkan untuk usia berbeda, masing-masing dari obat juga mempunyai kandungan formula yang berkekuatan beda. Oleh sebab itu, bedakan kelompok-kelompok usia seperti balita, dewasa, anak. hindari memberikan obat bebas untuk anak dibawah 1 tahun tanpa bertanya pada dokter spesialis anak.

 Baca Juga:Ingin Sehat Tanpa Efek Samping? Pilih Saja Obat Herbal!

Menggunakan obat dengan dosis yang kurang dari takaran, tidak akan mempengaruhi penyakit Anda, namun bila Anda mengkonsumsi obat yang melebihi takaran nantinya Anda akan memiliki resiko mengidap gejala atau penyakit tertentu. Berikut berbagai macam resiko penyakit yang disebabkan oleh pengonsumsian obat yang berlebihan, antara lain:

  • Iritasi pada sistem pencernaan seperti diare, muntah, sakit perut,
  • Kerusakan ginjal yang disebabkan oleh bahan kimia yang berada di obat-obatan,
  • Perubahan suhu tubuh, denyut nadi,
  • Kulit menjadi kering dan panas,
  • Muntah darah,
  • Tinja muncul darah,
  • Meninggal dunia.

Anda juga harus berhati-hati pada kontradiksi obat. Kontradiksi obat ini merupakan kebalikan dari indikasi atau pun alasan mengkonsumsi obat. Misalnya jika Anda mengidap gagal ginjal. Anda tidak disarankan untuk mengkonsumsi parasetamol. Ada beberapa kondisi yang harus membatasi konsumsi obat bebas, seperti:

  • Balita dan anak. tidak semua obat pas diberikan untuk balita, ada obat-obat yang tidak boleh dikonsumsi untuk balita yang berusia kurang dari 6 bulan,
  • Mengidap suatu penyakit. Pengidap penyakit seperti darah tinggi juga harus menghindari pengonsumsian obat yang tinggi sodium. Orang yang harus mewaspadai penggunaan obat kimia bebas seperti asma, epilepsi, pembekuan darah, gangguan ginjal, parkinsonm, gangguan tiroid,
  • Orang yang sudah lanjut usia. Tubuh lansia akan memproses obat menggunakan cara berbeda jika dibandingkan dengan orang yang lebih muda, selain itu efek samping juga sering timbul karena lansia sering mengkonsumsi obat lain di waktu yang bersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *