Gejala Penyakit Tifus Pada Anak dan Pengobatannya

By | June 19, 2018

Tifus merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyerang anak-anak. Penyakit ini disebabkan karena bakteri Salmonella typhi. Gejala penyakit ini juga bisa datang secara tiba-tiba maupun bertahap yang terkadang tidak banyak diketahui oleh para orang tua. Ketika tifus tak segera diobati, maka gejala ini nantinya akan semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Nah bagi Anda para orang tua, rasanya wajib untuk mengetahui apa saja gejala penyakit tifus sehingga menghindari dari risiko buruk yang dapat terjadi.

Gejala Penyakit Tifus Pada Anak dan Pengobatannya

Gejala Tifus Secara Umum

Penyakit tifus dapat menyerang siapa pun, mulai dari anak hingga orang dewasa. Gejala ini dapat terbilang ringan dan berat tergantung dari kondisi kesehatan, sejarah vaksin, hingga usia penderita. Umumnya berikut ini beberapa gejala tifus yang muncul pada anak:

  • Demam tinggi mencapai 40 derajat celcius
  • Sakit perut yang disertai diare
  • Lemah, lelah, dan pegal-pegal
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala kehilangan nafsu makan
  • Munculnya lapisan pada permukaan lidah
  • Pembesaran limfa dan hati

Pengobatan Penyakit Tifus

Jika sampai anak-anak Anda mengalami gejala-gejala yang seperti sudah dijelaskan diatas, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh para orang tua adalah dengan melakukan pengobatan yang tepat. Jika sampai tidak segera ditangani, maka malah akan menyebabkan penyakit tifus semakin memburuk. Hal pertama yang harus dilakukan oleh orang tua adalah mendapatkan perawatan anak di rumah sakit. Dan untuk selanjutnya bisa dilanjutkan dengan perawatan di rumah.

Untuk penanganan medis, pasien yang menderita tifus akan diberikan beberapa tindakan seperti di bawah ini:

  • Pemberian antibiotic, saat gejala tifus menyerang maka dokter akan meresepkan antibiotic selama 1-2 minggu. Antibiotic diberikan sebagai penanganan awal dalam pengobatan penyakit tifus.  Ada berbagai macam jenis antibioitk yang dapat diberikan dan hal ini tergantung dari kondisi pasien. Konsumsilah obat antibiotik sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan. Jangan sampai anak tidak menghabiskan obat antibiotik yang diberikan karena dapat berisiko cukup tinggi.
  • Jika anak mengalami gejala tifus yang berat, seperti demam hingga mencapai 40°, perut bengkak, diare, ataupun muntah terus-terusan maka segera hubungi dokter untuk bisa mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Biasanya penderita akan pulih setelah dilakukan perawatan selama 3-5 hari. Namun agar lebih memastikan pemulihan, akan lebih baik jika mengikuti saran dari dokter yang bersangkutan.

Baca juga: Manfaat Kunyit Sebagai Obat Herbal yang Banyak Digunakan

Selain perawatan medis lakukan juga perawatan lanjutan di rumah, mulai dari:

  • Penuhi konsumsi cairan pada anak agar menjaga tubuh tetap dalam kondisi terhidrasi.
  • Perhatikan asupan makan anak, penuhi kebutuhan gizi sehari hari dengan pemberian makan yang tepat
  • Tambahkan madu untuk membantu pemulihan demam penyakit tifus. Namun hindari memberikan madu untuk anak yang berusia di bawah 1 tahun

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *