Ini Daftar Makanan dan Vitamin untuk Ibu Menyusui

By | December 4, 2018

Beberapa ibu setelah melahirkan justru memilih untuk mengurangi asupan makanan. Hal ini bertujuan sebagai metode diet agar tubuh bisa kembali selangsing sebelum hamil. Namun sesungguhnya, setelah melahirkan, ibu akan memasuki fase menyusui. Fase menyusui ini juga tidak lebih mudah daripada saat hamil karena ibu harus beradaptasi dengan banyak hal. Mulai frekuensi menyusui, jam tidur bayi, posisi menyusui yang benar, hingga memastikan cara menyusui yang benar telah diterapkan pada bayi agar nutrisi yang diberikan dapat terserap sempurna.

Saat menyusui ini pula, kebutuhan gizi ibu tidak kalah penting dibandingkan saat hamil. Seluruh asupan nutrisi bayi akan terpenuhi melalu pemberian ASI eksklusif. Nah, di dalam ASI ini juga akan mengandung nutrisi atas apapun yang ibu konsumsi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencukupi kebutuhan gizi bagi ibu yang menyusui. Lantas, apa saja kebutuhan gizi tersebut?

Berikut beberapa zat gizi penting yang harus terpenuhi saat menyusui.

Protein

Salah satu elemen gizi yang harus terpenuhi dengan baik adalah asupan protein. Zat gizi ini berfungsi penting untuk membangun dan memperbaiki sel sel dalam tubuh. Selain itu, protein juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi yang diberikan melalui ASI. Sedangkan fungsi protein untuk ibu menyusui sendiri adalah untuk membantu pemulihan pasca persalinan dan memberikan cukup tenaga untuk menyusui. Protein ini bisa diperoleh melalui asupan protein hewani seperti ayam, ikan, dan daging, bisa juga melalui protein nabati seperti tempe dan tahu. Berdasarkan panduan angka kebutuhan gizi (AKG), diperlukan protein sekitar 76-77 gram per harinya.

Lemak

Lemak sangat dibutuhkan oleh bayi untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Hal ini karena sebagian besar tubuh bayi berupa lemak. Meski demikian, lemak ini bukan sekedar dipenuhi dari lemak jenuh seperti gorengan misalnya. Pemenuhan kebutuhan akan lemak ini bisa didapatkan dari lemak tidak jenuh seperti alpukat, salmon, minyak zaitun, dan kacang kacangan. Pada beberapa ikan laut seperti salmon, tuna, dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak bayi. Omega 3 juga bisa didapatkan di kacang kenari atau kacang almond.

Zat besi

Ibu menyusui cukup rentan terkena anemia defisiensi besi, yaitu kekurangan sel darah merah akibat kurangnya zat besi. Oleh karena itu, kebutuhan zat besi pada ibu menyusui juga penting. Hal ini karena ibu kehilangan cukup banyak darah saat melahirkan maupun pada masa nifas. Kebutuhan zat besi ini bisa dipenuhi melalui vitamin untuk ibu menyusui. Vitamin ini biasanya berupa suplemen penambah darah seperti Sangobion. Bisa juga didapatkan melalui bahan makanan yang dikonsumsi misalnya sayur bayam yang terkenal mengandung zat besi tinggi.

Kalsium

Kalsium tidak hanya dibutuhkan saat masa kehamilan, namun fase menyusui juga memerlukan asupan kalsium. Pada ibu hamil dan menyusui, akan terjadi penurunan massa tulang karena kalsium terserap untuk bayi. Agar terhindar dari risiko osteoporosis, ibu hamil dan menyusui harus mengonsumsi makanan tinggi kalsium. Makanan makanan tersebut antara lain susu dan produk turunannya seperti keju dan yoghurt, kemudian sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan sawi hijau.

Aneka vitamin

Ada beberapa vitamin untuk ibu menyusui yang penting untuk diberikan. Antara lain vitamin C dan vitamin E. Vitamin C ini sangat penting untuk pembentukan maupun regenerasi jaringan. Vitamin C  bisa didapatkan pada buah buahan seperti anggur, jeruk dan jambu biji. Untuk vitamin E yang kaya anti oksidan bisa membantu melindungi organ tubuh vital bayi seperti jantung, paru paru, dan sistem saraf. Vitamin E sendiri bisa didapatkan dari alpukat dan biji bijian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *