Jangan Sampai Salah, Begini Panduan MPASI WHO, Moms!

By | October 30, 2018

 

Mendampingi buah hati dalam setiap fase tumbuh kembangnya memang sangat membahagiakan. Terlebih saat menantinya menyuap makanan pertamanya. Terkadang sebagai seorang ibu kita sudah mempersiapkan menu MPASI 6 bulan sejak bayi kita baru berusia beberapa minggu. Hal ini wajar karena kita tentu ingin memberikan yang terbaik. Namun jangan asal melakukan “apa katanya” tanpa ada landasan pengetahuan yang jelas. Bisa bisa justru kita salah kaprah. Begini panduan MPASI WHO yang bisa kita jadikan acuan.

Frekuensi pemberian makan

Pemberian MPASI pertama kali di usia 6 bulan, MPASI diberikan cukup dua kali dalam sehari. Untuk tiga bulan berikutnya dinaikkan menjadi 3 kali. Anda bisa menyelingi dengan memberikan biskuit atau buah 1—2 kali per hari. Tiga bulan selanjutnya, frekuensi pemberian MPASI bisa ditingkatkan menjadi 4 kali sehari dengan pemberian snack 1—2 kali sehari. Nah, untuk usia 1 – 2 tahun, frekuensi makan bisa sampai 5 kali sehari dan pemberian snack selingan.

Jumah makanan yang diberikan

Jumlah dan frekuensi ini menyesuaikan pertumbuhan ukuran lambung. Saat bayi masih kecil, ukuran lambungnya kurang lebih hanya sebesar buah cherry. Selanjutnya mulai membesar seperti bola bekel dan seterusnya. Maka, pada awal MPASI, cukup diberikan makanan sejumlah 2—3 sendok makan dewasa. Tiga bulan selanjutnya, dinaikkan menjadi  ½ cup. Tiga bulan selanjutnya menjadi ¾ cup, dan pada usia 1—2 tahun menjadi 1 cup penuh

Tekstur makanan

Pada awal pemberian di usia 6 bulan, pastikan tekstur makanannya lembut. Ini bisa berupa puree buah atau bahan makanan yang dihaluskan. Saat usia 8 bulan, bisa dikenalkan finger food seperti umbi – umbian atau buah segar. Usia 9 – 11 bulan, tekstur makanan bisa diubah menjadi lembek, seperti misal bubur tanpa perlu disaring dulu. Menginjak setahun, bayi sudah diperkenankan memakan makanan seperti anggota keluarga lainnya.

Varietas jenis bahan makanan

Kenalkan satu jenis makanan lebih dulu pada awal pemberian MPASI. Tiap 2—4 harinya bisa ditambahkan jenis makanan baru. Saat pertama kali, cobalah mengenalkan sumber karbohidrat seperti bubur beras, pisang kerok, atau alpukat yang sudah dihaluskan. Kemudian bisa juga memberikan tambahan pangan hewani berupa kaldu dan menambahkan minyak sayur atau zaitun untuk tambahan kandungan energi.

Hindarkan untuk memberikan makanan atau minuman manis. Jangan pula memberikan gula dan garam sebelum satu tahun. Lebih baik juga tidak memberikan susu sapi sebelum  1 tahun karena risiko gangguan pencernaan. Jangan lupa memberikan air putih sebanyak 120 – 240 ml per hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Pemberian makan dengan cara aktif

Panduan MPASI WHO bukan cuma soal makanan, namun juga memperhatikan cara, waktu, hingga ketepatan faktor psikososial anak. Jadi cobalah untuk menyuapi bayi dengan penuh perhatian. Jangan dipaksa, namun perlu disemangati. Cobalah untuk mengganti rasa, tekstur, metode, maupun kombinasi makanan jika anak tidak mau makan. Sebisa mungkin, hindarkan dari gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi makan anak.

Higienitas

Bayi memang rentan terhadap berbagai permasalahan tubuh, salah satunya diare. Oleh karena itu, ibu harus memerhatikan higienitas baik dari makanannya maupun alat makan yang digunakan. Selain itu, ibu juga harus selalu mencuci tangannya sendiri dan bayi sebelum pemberian MPASI. Perhatikan pula penyimpanan makanan bayi. Apakah makanan yang telah dimasak dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu atau tidak.

Referensi : https://review.bukalapak.com/mom/mau-mencoba-ubi-jalar-untuk-menu-mpasi-bayi-ini-7-keunggulannya-52962

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *