Mengenal 9 Tanda Bahaya Kehamilan

By | November 9, 2018

Bahaya yang terjadi saat kehamilan merupakan hal yang harus di perhatikan. Jangan sampai istri anda mengalami hal-hal yang berbahaya di saat sedang hamil. Jadilah suami yang siap, antar, jaga dimanapun dan kapanpun. Karena di saat wanita sedang hamil maka akan banyak bahaya yang mengicarnya.

Semua ibu hamil pasti menginginkan bisa menjalani kehamilannya dengan lancar dan baik-baik aja. Selain harus mengetahui masalah yang biasanya menyertai dalam jalannya proses kehamilan terebut. Ibu yang hamil juga harus mengenali beberapa jenis tanda bahaya saat kehamilan agar dapat dengan cepat mencari pertolongan medis. Bahaya yang terjadi saat kehamilan itu sering terjadi

Beberapa Tanda Bahaya Kehamilan yang perlu Kalian Ketahui.

  • Mual dan Muntah Berlebihan (Hiperemesis Gravidarum)

Hiperemesis gravidarum merupakan rasa mual dan muntah yang berlebihan di waktu hamil sehingga hal tersebut mengganggu aktifitas dan membuat keadaan umum tubuh ibu hamil jadi memburuk. Sebenarnya rasa mual dan muntah itu hal yang biasa dialami oleh setiap ibu hamil.  

  • Kurang Darah (Anemia)

 

Anemia atau kurang darah biasanya ditandai dengan lemah, letih, lesu, pucat, pusing dan juga sering mengalami sakit-sakitan. Anemia adalah salah satu penyebab utama terhadap kematian ibu terutama ibu yang sedang hamil.

 

  • Berat Badan Ibu Hamil tidak Naik

 

Selama kehamilan, ibu hamil diharuskan mengalami penambahan berat badan minimal 5-6 kg. Agar bisa menjadi sebuah petunjuk adanya perkembangan janin. Jika tidak mengalami kenaikan berat badan yang diharuskan maka menunjuk kondisi gizi yang bisa dikatakan buruk.

 

  • Nyeri Kepala, Gangguan Penglihatan, Kejang

 

Jika anda sebagai ibu hamil yang merasakan gejala-gejala tersebut itu merupakan pertanda adanya preeklamsi. Biasanya hat itu terjadi pada usia kehamilan 20 pekan. Preeklamsi bisa juga disertai terjadinya eklamsi yang dapat berakibat fatal bila tidak cepat ditangani.

  • Gerakan Janin Berkurang

Sejak usia kehamilan sekitar 5 bulan, ibu hamil sebaiknya memantau gerakan janin tersebut. Gerakan janin diharapkan bisa dirasakan pada ibu  minimal 3 kali setiap jam. Jika ibu hamil merasakan kurang dari itu, berarti menunjukkan bayi itu tidak aktif, maka anda harus segera berkonsultasi dengan bidan atau dokter.

 

  • Penyakit Ibu yang Berpengaruh Terhadap Kehamilan

 

Beberapa ibu yang mempunyai penyakit seperti kencing manis, penyakit jantung, anemia, dan penyakit lain yang dapat berpengaruh terhadap kehamilan itu, maka seharusnya rutin kontrol dan berkonsultasi dengan dokter.

 

 

  • Ketuban Pecah Dini (KPD)

 

Ketuban pecah di usia dini merupakan keluarnya cairan ketuban dari vagina setelah kehamilan berusia kurang lebih sekitar 22 pekan. Ketuban dikatakan pecah lebih awal jika terjadi sebelum proses persalinan tersebut berlangsung.

 

  • Perdarahan

 

Perdarahan bisa terjadi saat usia kehamilan berapapun, dan dapat menjadi pertanda jika ada bahaya yang mengancam. baik terhadap ibu bahkan janin yang dikandung tersebut. Perdarahan pada awal kehamilan bisa dikatakan tanda keguguran.

 

  • Demam Tinggi

 

Demam tinggi bisa karena infeksi atau terkena penyakit lain. Maka seharusnya ibu hamil yang mengalami demam tinggi secepatnya memeriksakan diri ke dokter agar bisa mendapat penanganan yang tepat terkait demam yang sedang dialaminya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai tanda bahaya kehamilan yang perlu anda mengerti. Agar kalian tidak kebingungan saat mengalami salah satu dari tanda di atas, maka kalian bisa langsung cepat mengambil langkah yang seharusnya karena bahaya radiasi juga mengincar anda. Jika kalian masih bingung maka buka lah link dibawah ini.

https://review.bukalapak.com/mom/5-bahaya-radiasi-hp-bagi-ibu-hamil-3468

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *