Mengenal Kanker Darah Leukimia, Berbahaya Kah?

By | November 7, 2018

Darah dipastikan menjadi salah satu elemen tubuh yang paling penting. Darah memiliki banyak peranan, mulai dari mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh, hingga turut serta menjaga tubuh dalam melawan infeksi. Tapi apa jadinya jika sel sel darah tersebut jumlahnya menjadi tidak terkendali dan berubah justru menyerang tubuh sendiri? Ya, keadaan demikian yang jamak disebut dengan kanker. Kanker darah sendiri ada berbagai macam. Salah satu yang populer di masyarakat adalah kanker darah leukimia. Kanker darah leukimia adalah suatu penyakit yang menyerang sel darah putih pada tubuh dan termasuk salah satu yang sangat sulit disembuhkan. Penyebab penyakit leukemia adalah saat adanya pertumbuhan atau perubahan sel darah putih, dalam bahasa medis disebut leukosit, secara tidak wajar dan tidak dapat dikendalikan.

Leukimia ini mungkin banyak dikenal sebagai kanker darah yang banyak menyerang anak-anak serta remaja. Namun faktanya, leukimia ini juga bisa menyerang individu berusia dewasa. Meski demikian, memang kejadian leukimia ini lebih banyak pada anak-anak dan remaja. Namun sayangnya, karena para orangtua abai terhadap ciri ciri leukimia, banyak yang telah terdeteksi saat stadium lanjut. Hal ini menyebabkan pengobatan yang diberikan tidak akan maksimal.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap orang tua untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus perhatian terhadap kesehatan sang buah hati. Berikut lebih lanjut soal leukimia

Penyebab Penyakit Leukemia

Sebenarnya penyebab pasti dari penyakit leukimia ini belum diketahui hingga saat ini. Namun demikian, ada beberapa faktor pemicu timbulnya kondisi ini, antara lain :

  1. Radiasi diketahui dapat meningkatkan potensi terjadinya kanker darah ini. Radiasi ini bisa muncul dari alat radiologi seperti mesin sinar X, alat untuk rontgen, dan radioterapi. Sehingga pegawai laboratorium radiologi lebih rentan terhadap penyakit ini.
  2. Beberapa zat kimia juga diklaim merupakan salah satu penyebab banyaknya kanker darah ini. Seperti benzena, insektisida, maupun obat untuk kemoterapi.
  3. Infeksi virus seperti retrovirus dan virue leukemia feline meningkatkan risiko terkena kanker leukimia lebih besar.

Penanganan Leukimia

Untuk pengobatan dan penanganan leukimia bisa dengan tindakan kuratif dan suportif. Kuratif ini adalah tindakan pengobatan yang terfokus dengan sel kanker dan penyakit penyertanya yang biasanya merupakan penyakit infeksi. Ada pun tindakan suportif adalah dengan meregulasi kesehatan dari penderitanya. Antara lain dengan pemberian nutrisi yang cukup, pemberian obat obatan, transfusi darah, hingga pendekatan sisi psikososial.

Pengobatan yang diberikan biasanya bersifat sitostastik, yaitu mencegah supaya sel kanker tidak berkembang lebih jauh lagi. Nah, dengan perawatan yang kompleks seperti itu, banyak kendala yang dihadapi. Antara lain fisik penderita yang merasakan mual, muntah, dan rambut rontok. Menurunnya nafsu makan juga membuat tubuh penderita menjadi kurus. Selain itu biaya pengobatannya juga tidak murah.

Itu dia sekilas tentang penyakit kanker darah leukimia. Sebenarnya setiap organ tubuh manusia berpotensi menjadi suatu sel kanker, tidak terkecuali darah dan komponen-komponennya. Kita harus senantiasa menjaga pola makan dan hidup yang sehat. Selain itu, dengan menjaga kesehatan mental dan pikiran, akan menjauhkan kita dari perubahan sel normal tubuh menjadi sel kanker.

Orangtua juga harus senantiasa menjaga dan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan perubahan fisik pada anak yang terlihat mengkhawatirkan.

Semoga sehat selalu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *