Mengenal Kanker Serviks Lebih dalam Beserta Pencegahannya

By | October 31, 2017

Baru-baru ini publik digegerkan dengan kabar meninggalnya pesohor tanah air yaitu Julia Perez yang meninggal karena sudah berjuang lama dengan kanker serviks yang dideritanya. Kanker ini sendiri adalah jenis kanker yang muncul di area leher rahim wanita dimana menjadi pintu masuk dari vagina menuju ke rahim. Semua wanita tanpa mengenal usia dan golongan beresiko untuk menderita kanker ini. Meski begitu, jenis kanker ini lebih mempengaruhi banyak pada wanita yang aktif dalam hal seksual.

Di tahap awalnya, kanker leher rahim ini kerapkali tak menimbulkan gejala apapun. Gejala awal yang umum adalah pendarahan di vagina setelah seks namun di luar masa menstruasi atau menopause. Meski begitu, tidak selalu juga pendarahan ini menandakan Anda menderita kanker leher rahim sehingga ada baiknya jika mengalami demikian untuk berkonsultasi dengan dokter. Di tahun 2014 sendiri, WHO telah menyatakan jika ada lebih dari 92 ribu kasus kematian wanita karena kanker dan 10,3% penyumbangnya adalah dari kanker leher rahim di Indonesia ini. Kini pun penderita kanker ini kian lama kian banyak dan mengancam semua umur.

Kematian akibat kanker umumnya dikarenakan keterlambatan saat melakukan diagnosa sehingga pengobatan yang dilakukan pun cenderung terlambat juga. Dalam hal ini tingkat keparahan pada kanker umumnya ditunjukkan dengan stadium. Stadium pada kanker leher rahim ada 4 dimana setiap tingkatan itu semakin meningkat stadium maka tingkat harapan hidup pun makin kecil yaitu pada stadium 1 harapan hidupnya adalah 80% sampai 90%. Meningkat ke stadium 2, harapan hidupnya kian kecil yaitu 60% sampai 90%. Jika sudah ke stadium 3, maka patut waspada karena harapan hidupnya adalah 30% sampai 50% saja. Belum lagi ketika meningkat ke stadium 4 dimana penderita sudah kerapkali putus asa karena harapan hidup yang tinggal 4% sampai 20% saja.

Pencegahan kanker serviks sebetulnya bisa dilakukan dengan langkah tertentu, yaitu:

 

  • Salah satu alasan munculnya kanker leher rahim adalah tertular virus HPV dimana bisa ditularkan melalui hubungan seks. Oleh karena itu berhubungan seks-lah dengan aman sehingga disarankan memakai kondom demi meminimalisir kanker. Selain itu jangan gonta-ganti pasangan dan hanya setia pada satu pasangan saja.
  • Selain itu lakukan pap smear atau metode deteksi dini sel kanker. Lakukan pap smear ini dengan teratur sehingga bisa dilakukan pendeteksian secara dini yaitu setiap 3 tahun sekali pada wanita 24 sampai 29 tahun.
  • Lakukan juga vaksinasi untuk melindungi infeksi virus HPV. Meski bisa meminimalisir, namun pap smear tetap direkomendasikan untuk dilakukan.

Itulah tips pencegahan kanker serviks yang bisa Anda lakukan. Kepedulian akan kesehatan seharusnya menjadi tanggung jawab pribadi. Oleh karena itu, pastikan selalu menjaga kesehatan diri dan organ intim juga.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *