Merasa Perut Kembung Terus? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

By | October 22, 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika Anda sering merasakan perut kembung dan mual, berarti Anda harus segera mencari cara mengatasi perut kembung. Jangan sepelekan perut kembung karena bisa jadi perut kembung merupakan tanda-tanda gejala penyakit lainnya yang lebih serius. Perut kembung bisa menyebabkan nafsu makan hilang sehingga tubuh menjadi lemas, sakit, dan bahkan depresi.

Biasanya perut kembung ditandai dengan rasa penuh dan sesak pada perut, perut terasa membengkak, rasa nyeri pada perut, sering bersendawa, mual, dan buang angin yang berlebihan.  Perut kembung bisa terjadi pada siapa saja, baik wanita, pria, anak-anak, dan bahkan bayi.

Menurut penelitian, wanita justru lebih rentan terhadap perut kembung karena usus wanita lebih panjang dibandingkan pria. Selain itu, wanita yang sedang hamil juga pada umumnya merasakan perut kembung terus dan mual, namun hal itu normal terjadi pada wanita hamil.

Menurut ahli, ada dua jenis perut kembung yaitu perut kembung subjektif dan perut kembung objektif. Perbedaan perut kembung subjektif dan objektif yaitu jika perut kembung subjektif hanya dirasakan orang tersebut dan disebabkan karena organ (biasanya lambung) kembung, tetapi tidak terlihat. Sementara itu, perut kembung objektif lebih terlihat karena perut menjadi buncit lantaran adanya udara di dalam usus yang disebabkan oleh gangguan peristaltik sehingga menyebabkan perjalanan udara ke saluran pembuangan lambat.

Nah, sebelum kita mengetahui cara mengatasi perut kembung terus, kenali beberapa penyebabnya sebagai berikut :

1.      Makanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anda sering makan kol goreng? Berhati-hatilah, ternyata kol termasuk sayuran yang mengandung banyak gas sehingga bisa menyebabkan perut kembung. Jika Anda mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung gas serta makanan olahan yang banyak mengandung fruktosan atau sorbitol, maka Anda berpotensi terkena perut kembung. Sebaiknya Anda tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gas ini.

2.      Intoleransi laktosa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mungkin istilah intoleransi laktosa tidak terlalu familiar, namun intoleransi laktosa ini sebenarnya adalah kesulitan dalam mencerna laktosa. Laktosa sendiri merupakan gula yang terdapat pada susu, keju, dan produk olahannya.

Menurut penelitian, intoleransi laktosa terjadi karena tubuh tidak bisa menghasilkan enzim laktase sesuai yang dibutuhkan untuk proses pencernaan. Akibatnya laktosa tidak dapat dicerna sehingga menyebabkan gangguan pencernaan. Biasanya intoleransi laktosa ditandai dengan gejala perut kembung terus, diare, dan sakit perut setelah minum produk yang mengandung susu.

3.      Penyakit Celiac

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anda mengalami perut kembung, diare, penurunan berat badan, sakit perut, muncul ruam kulit, dan gatal-gatal? Hati-hati, ini adalah gejala penyakit celiac. Tidak hanya mengalami gejala-gejala tersebut, orang yang memiliki penyakit celiac juga sering mengalami steatorrhea (feses yang berwarna pucat dan berbau busuk).  Penyakit celiac disebabkan karena seseorang alergi gluten sehingga mencegah tubuh untuk menggunakan beberapa nutrisi yang akibatnya tubuh menjadi anemia, kerusakan saraf, pertumbuhan tulang yang buruk.

4.      Irritable Bowel Syndrome

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perut kembung akibat IBS ini sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi. Mulai dari remaja sampai lansia berpotensi terkena penyakit IBS. Penyakit IBS ini merupakan penyakit pencernaan yang bisa mempengaruhi kerja usus besar. Otot usus besar biasanya berkontraksi untuk mendorong kotoran keluar, namun pada penyakit IBS ini otot besar menjadi abnormal alias tidak berfungsi dengan baik. Gejala IBS yang sering timbul adalah kram, sakit perut, perut kembung, sering kentut, konstipasi, mual, lemas, dan lain sebagainya.

5.      Penyakit asam lambung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyakit ini mungkin sering kita dengar dengan istilah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Asam lambung terjadi ketika asam lambung mengalir ke sepanjang esofagus atau kerongkongan sehingga menyebabkan sensasi terbakar di dada dan rasa nyeri di bagian ulu hati. Bagi Anda yang memiliki kelebihan berat badan, wanita hamil, atau perokok, hiatus hernia, ataupun sering mengonsumsi makanan berlemak, waspadalah terhadap penyakit ini!

6.      Sembelit

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyakit satu ini mungkin sudah umum terjadi. Sembelit adalah sulit buang air besar secara teratur (kurang dari 3 kali dalam seminggu) yang disebabkan karena makanan, stres, dan faktor lingkungan. Jika perut terasa sesak, penuh, sakit perut, feses kering atau keras, maka Anda terkena sembelit. Biasanya sembelit terjadi pada lansia, orang gemuk, wanita hamil, dan orang yang duduk terlalu lama.

Nah, untuk mengatasi perut kembung, Anda bisa mencoba beberapa cara. Pertama, hindari makanan yang mengandung banyak gas, terlalu pedas, dan minuman bersoda, karena semuanya berpotensi menyebabkan perut kembung. Kedua, Anda juga harus sangat mengurangi makanan berlemak. Makanan berlemak selain meningkatkan kolesterol dan meningkatkan berat badan, lemak dalam makanan berlemak bisa menghambat pengosongan perut dan memicu sensasi rasa kenyang yang terus-menerus sehingga perut sering kembung. Ketiga, pastikan Anda mengonsumsi air putih 10 gelas per hari, terutama bagi Anda yang sering terkena sembelit. Keempat, konsumsilah hanya produk susu yang rendah laktosa. Kelima, makan dalam porsi kecil namun sering. Terakhir, jika Anda sudah mencoba berbagai cara namun masih terasa sakit, segera minum obat khusus pencernaan dan konsultasikan ke dokter segera.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *