MERS, Penyakit Terbaru di Abad 21

By | August 11, 2017

Salah satu penyakit terbaru yang muncul di Abad 21 ini adalah MERS atau Middle East Respiratory Syndrome. WHO sebagai Organisasi Kesehatan Dunia mencatat ada lebih dari 1.300-an penderita yang pernah dikarantina di Korea Selatan.

Pihak Korea Selatan mengakui bahwa terjadi peningkatan jumlah pasien yang ditangani di rumah sakit pada tahun 2015 lalu. Ada cukup banyak penderita yang kemudian tewas karena tertular virus mematikan ini ketika berada di Korea Selatan.

Kasus pertama penyakit terbaru MERS yang terjadi di Korea Selatan dilaporkan pertama kali pada 20 Mei 2015 yang mana menjangkit seorang warga pria berusia 68 tahun yang baru saja kembali ke Korsel setelah berkunjung ke Bahrain, Watar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Bahkan, saking seriusnya dan mengkhawatirkannya virus ini di wilayah Korea, Kementerian Pendidikan setempat juga meliburkan lebih dari 900 sekolah agar anak-anak di Korea Selatan tidak terkena virus berbahaya tersebut.

Pada tahun 2015, penyebaran virus MERS di Negara Korea Selatan memang mengejutkan berbagai pihak, khususnya karena negara ini mempunyai teknologi kesehatan yang modern dan canggih, namun ternyata virus berbahaya justru mewabah di negara ini.

Presiden Korsel juga menyerukan supaya semua pihak berusaha sekuat tenaga agar wabah yang belum ditemukan obatnya ini bisa berhenti. Reaksi awal dari munculnya virus MERS di Korea Selatan ini memang sangat penting, akan tetapi hal ini justru malah melupakan bagaimana cara penularan dari virus ini.

MERS adalah virus yang berasal dari ‘keluarga’ yang sama dengan SARS Severe Acute Respiratory Syndrom). Penyakit ini sebenarnya muncul pertama kali pada tahun 2012 di wilayah Timur Tengah yang kemudian menyebabkan 422 orang meniggal dunia. Meski begitu, penyebaran MERS lewat perantara manusia ke manusia lain sebenarnya lebih lambat jika dibandingkan dengan SARS.

Menurut dr Leo Poon, seorang ahli virus di University of Hong Kong, ia mengatakan jika MERS sudah beredar pada manusia dalam kurun waktu cukup lama.

Seseorang yang terjangkit virus MERS biasanya menunjukkan beberapa gejala, seperti demam kemudian batuk parah yang bisa menyebabkan gagal ginjal dan pneumonia.

Untuk pencegahannya sendiri, Pemerintah Korea Selatan, khususnya dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit yang tumbuh di wilayh Korea Selatan ini agar selalu menjaga kebersihan sehari-hari, baik itu kebersihan diri, kerabat, maupun lingkungan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun antikuman, selain itu juga menhindari kontak dengan pasien yang terjangkit oleh MERS.

Penyakit terbaru di abad 21 ini memang sempat begitu gempar, tak hanya di Korea Selatan, namun juga hingga di Indonesia sehingga beberapa orang yang diduga menderita penyakit ini harus diisolasi agar tidak menular ke orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *