Obat Berbahaya Untuk Ibu Hamil

By | June 30, 2017

Kesehatan seorang ibu selama mengandung memang harus sangat diperhatikan. Tak hanya dari segi makanan yang dikonsumsi dan kegiatan-kegiatan apa saja yang dilarang serta diperbolehkan, beberapa obat berbahaya untuk ibu hamil juga penting untuk diketahui. Ini agar ibu sebisa mungkin menghindari obat-obatan tersebut demi kesehatan bayinya dan juga dirinya semasa mengandung. 

Baca juga: Tips Sehat Saat Hamil Muda

  • Yang pertama adalah obat anti kanker. Obat ini termasuk berbahaya karena jaringan tubuh pada janin akan tumbuh sangat cepat serta rentan terhadap obat jenis ini. Konsumsi obat anti kanker dapat menimbulkan cacat bawaan pada bayi, mulai dari pertumbuhan yang terhambat, kelainan pada kaki atau tulang belakang hingga keterbelakangan mental. 
  • Kedua, obat talidomid. Obat jenis ini memang sudah tak lagi diberikan untuk wanita hamil lantaran dapat menyebabkan cacat bawaan bagi janin, seperti gangguan pada pembentukan lengan serta tungkai, kelainan pada jantung, usus serta pembuluh darah. 
  • Obat-obatan yang dilarang saat hamil berikutnya ialah pengobatan kulit dengan menggunakan isotretinoin. Obat ini umumnya dipakai untuk mengatasi gangguan pada kulit wajah seperti jerawat. Penggunaannya dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi apabila wanita yang mengonsumsinya dinyatakan hamil dua minggu pasca berhenti menggunakan obat.  Sangat disarankan untuk menunda kehamilan terlebih dahulu, antara tiga sampai empat minggu setelah berhenti mengonsumsi isotretinoin. Beberapa jenis cacat bawaan yang dapat terjadi pada bayi jika sang ibu mengonsumsi isotretinoin ialah kelainan pada jantung, telinga dan juga hidosefalus. 
  • Keempat, ibu hamil juga sebaiknya menghindari vaksin, terutama vaksin yang terbuat dari virus hidup. Yang termasuk dalam virus hidup adalah rubella serta varicella. Pemberian vaksin seperti ini akan berpotensi menyebabkan adanya infeksi plasenta serta janin.
  • Obat lainnya yang tidak boleh diberikan pada ibu hamil karena akan membahayakan janin ialah obat tiroid. Ini karena yodium radioaktif dalam obat ini yang berfungsi mengobati hipertiroidisme mampu melewati plasenta serta menghancurkan kelenjar tiroid yang terdapat pada janin. Tak hanya itu saja, pemberian metimazol serta propiltiourasil dapat pula melewati plasenta dan menyebabkan resiko kelenjar tiroid pada janin menjadi lebih besar ukurannya.

Satu lagi obat berbahaya untuk kehamilan ialah narkotika dan beberapa jenis obat anti peradangan seperti aspirin. Konsumsi obat ini dapat langsung masuk ke dalam janin dengan jumlah cukup besar. Tak hanya itu, bayi yang dilahirkan dari ibu pecandu narkoba umumnya akan mengalami kecanduan bahkan sebelum dilahirkan. Ini terlihat dari adanya gejala yang dinamakan putus obat dengan waktu antara enam jam sampai delapan hari pasca kelahiran.

Memperhatikan obat yang diperbolehkan dan dilarang untuk dikonsumsi selama kehamilan akan turut membantu menjaga kesehatan bayi dan ibu, baik selama mengandung ataupun ketika anak telah lahir ke dunia. Jenis-jenis obat yang diperbolehkan maupun yang dilarang ini dapat ditanyakan lebih lanjut ke Dokter kandungan untuk mendapat keterangan yang lebih lengkap dan akurat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *