Pencegahan dan Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

By | May 3, 2018

Gejala penyakit seperti kanker serviks saat stadium awal sangat jarang terlihat, bahkan tak menimbulkan gejala apapun. Oleh sebab itu, bagi wanita yang sudah aktif melakukan hubungan seksual, disarankan melakukan pap smear paling tidak 3 tahun sekali. Kanker ini terjadi di sel leher rahim yang berada di bagian rahim dan terhubung ke vagina. Penyebab sebagian besar kasus kanker ini adalah HPV atau Human Papillomavirus.

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

Gejala kanker serviks stadium awal biasanya tidak terlihat, namun saat kanker telah menyebar, gejala yang bisa muncul seperti:

  • Keputihan bercampur darah. Keputihan yang bercampur darat juga bisa menjadi gejala kanker ini, selain itu keputihan juga berbau busuk.
  • Pendarahan di bagian yang tidak beraturan. Gejala ini adalah gejala paling umum. Pendarahan bisa terjadi saat berhubungan seks atau dalam periode menstruasi. Pendarahan bisa terjadi pada wanita yang telah mengalami menopause.

Kebanyakan orang yang sudah terinfeksi virus HPV tak mengalami gejala apapun. Namun beberapa jenis dari virus HPV ini dapat memunculkan gejala yang tidak terlihat contohnya seperti kutil di area kelamin. Sesudah gejala ini muncul, juga akan diikuti dengan gejala lain yang semakin berat seperti penurunan berat badan, kesulitan buang air besar dan tubuh terasa lemah.

Pencegahan dan Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

Pencegahan Kanker Serviks

Sebenarnya, belum ada pencegahan kanker serviks yang sempurna, namun beberapa hal ini bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Pap smear. Pap smear menjadi cara terbaik untuk melakukan identifikasi perubahan di sel leher rahim. Gejala kanker stadium awal dapat dideteksi dengan cara melihat apakah ada sel tidak normal di leher rahim. Dengan cara mendeteksi sel tersebut, Anda bisa mencegah kanker ini. Disarankan, pap smear dilakukan setiap 3 tahun sekali bagi wanita yang sudah berusia 25 tahun.
  • Seks secara aman. Banyak kanker serviks yang berkaitan dengan infeksi HPV, virus ini bisa menyebar melalui hubungan seks contohnya seperti berganti pasangan ketika melakukan aktivitas seksual, atau melakukan aktivitas seksual di usia dini.
  • Melakukan vaksinasi. Walaupun vaksi HPV bisa mengurangi risiko kanker ini, namun tidak menjamin, Anda akan terhindari dari kanker leher rahim. Vaksin ini diberi pada perempuan berusia 12 hingga 13 tahun serta diulangi setiap 6 bulan, vaksin diberikan sebanyak 3 kali.
  • Jangan merokok. Merokok bisa menyebabkan tubuh sulit melawan infeksi HPV dan berpeluang menjadi kanker dalam tubuh. Mulai dari sekarang, berhentilah merokok. Jika perlu, lakukan konsultasi dengan dokter agar bisa menghentikan kebiasaan tersebut.

Baca juga Berbagai Ciri Kanker Serviks yang Harus Anda Waspadai

Jangan sampai Anda menunggu sampai kanker serviks stadium awal berubah menjadi stadium akhir. Lakukan segera pemeriksaan ke dokter bila Anda merasa ada gejala-gejala atau merasa memiliki risiko terinfeksi virus HPV. Bila muncul gejala lainnya yang berkaitan dengan kesehatan rahim, tak perlu ragu untuk berkonsultasi pada dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *