Penyebab dan Pengobatan Penyakit Ayan Atau Epilepsi yang Biasa Dilakukan

By | June 6, 2018

Pernahkah Anda melihat seseorang atau mungkin kerabat dan teman yang tiba-tiba mengalami kejang yang tidak bisa dikontrol hingga tak sadarkan diri? Gejala tersebut bisa saja merupakan gejala penyakit ayan atau penyakit epilepsi. Epilepsi bisa menyerang siapa saja tak terkecuali pria ataupun wanita di segala usia. Meski begitu kebanyakan penderitanya adalah kaum pria yang memiliki sifat genetik tertentu. Meski epilepsi dipengaruhi oleh sifat genetika namun epilepsi atau ayan bukanlah penyakit keturunan yang bisa diturunkan dari riwayat keluarga.

Penyebab dan Pengobatan Penyakit Ayan Atau Epilepsi yang Biasa Dilakukan

Secara pasti belum ditemukan apa penyebab dari penyakit ini. Kebanyakan adalah merujuk pada kerusakan syaraf terutama di bagian otak karena trauma maupun penyakit. Berikut ini adalah penyebab yang sering terjadi dan menimbulkan penyakit epilepsi:

  • Tumor otak.

Tumor otak baik jinak maupun ganas menjadi penyebab epilepsi terutama pada anak-anak.

  • Cidera di kepala.

Trauma atau cidera di kepala bisa menyebabkan gangguan syaraf baik dengan adanya luka yang terlihat dari luar maupun tidak.

  • Penyakit pembuluh darah otak.

Pembuluh darah otak menyuplai oksigen ke otak agar otak bisa bekerja dengan baik. Kerusakan pembuluh darah otak bisa menyebabkan gangguan otak terutama pada syarafnya yang mengakibatkan gejala epilepsi.

  • Infeksi otak.

Infeksi maupun peradangan pada otak juga bisa menyebabkan syaraf otak ikut mengalami gangguan.

  • Kelainan saat lahir.

Cacat bawaan, prematur, hingga kekurangan oksigen saat masih berada di kandungan atau saat dilahirkan bisa memicu gejala ayan pada anak-anak.

Pengobatan penyakit ayan hingga saat ini belum ditemukan secara pasti yang bisa menghilangkan hingga 100% gejala kejang-kejang. Pengobatan berpusat pada pengembalian fungsi otak sehingga gejala tersebut bisa diminimalisir. Obat antikonvulsan menjadi terapi utama untuk penyakit epilepsi yang harus diberikan dengan resep dokter. Namun selain obat kimia, Anda yang memiliki kerabat atau teman dengan gejala epilepsi bisa memberikan pengobatan secara tradisional. Kini banyak obat herba yang dipercaya bisa mengurangi frekuensi kejang yang terjadi pada penderita epilepsi.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengobati penyakit epilepsi yang bisa dilakukan:

  • Memberikan obat anti epilepsi.
  • Obat menyembuhkan penyebab epilepsi.
  • Menghindari stres dan beban pikiran atau kelelahan.
  • Tidak mengkonsumsi jeroan, makanan kaya lemak dan telur.
  • Obat herbal.

Baca juga Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Anemia

Penyakit ayan ada di sekitar kita dan bisa menyerang siapa saja. Penderita penyakit ini bisa kehilangan pendengaran sementara, pandangan kabur dan kejang-kejang hingga menggigit lidah sendiri. Saat hal tersebut terjadi, peranan orang di sekitar menjadi sangat penting. Pastikan saat penderita mengalami serangan, ia berada di tempat yang aman dan tidak ada benda di sekitarnya yang bisa melukai. Andapun tak boleh menahan gerakan kejang yang terjadi agar tidak tambah melukai penderita penyakit epilepsi tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *