Perkembangan Medis di Negara Jerman

By | August 21, 2017

Tak dapat dipungkiri jika perkembangan medis di negara Jerman sangatlah pesat, terutama dalam hal teknologi medisnya. Kini dalam hal tersebut, Jerman ada pada barisan terdepan dan terbaik.

Kunci utama dari suksesnya perkembangan medis dan teknologi medis di Jerman ini ada pada riset yang dilakukan secara intensif. Jerman tak segan-segan untuk mengeluarkan investasi di bidang ini, hal ini juga berperan besar terhadap penerapan hak paten di industri medis Jerman. Investasi untuk riset serta pengembangan dalam bidang teknologi medis di Jerman mencapai 8 % dari angka penjualan, atau sekitar dua kali lipat dari alokasi riset rata-rata untuk industri teknologi medis yang ada di negara lainnya.

Pengajuan hak paten di Jerman dalam kurun waktu 15-20 terakhir meningkat sangat pesat, maka tidaklah heran apabila Jerman menjadi produsen fasilitas laboratorium terbesar di Eropa. Ada beberapa teknologi dalam dunia medis yang ternyata berasal dari Jerman, apa sajakah itu? Berikut ulasannya:

Baca juga: Perkembangan Medis dari Masa ke Masa

  1. Sinar X

Sinar X merupakan alat untuk mendeteksi penyakit atau kandungan lain yang ada dalam tubuh manusia. Sinar X sudah dikembangkan oleh Wilhelm Conrad Rontgen sejak tahun 1895. Pada mulanya spectrum cahaya tersebut dinamai Rontgen sesuai dengan nama pengembangnya, akan tetapi kemudian Wilhelm Rontgen menemukan sebuah penemuan baru yang misterius dan kemudian disebut X. Pada mulanya ia mencoba melihat tangan sang istri menggunakan alat tersebut dan kemudian hasilnya adalah gambar tangan sang istri dalam kondisi transparan yang sangat jelas, ketika itulah teknologi sinar X muncul untuk pertama kalinya.

  1. C-Leg

Pada mulanya, C-Leg atau kaki palsu pengembangannya membutuhkan waktu cukup lama. Kemudian pada tahun 1997, Lower Saxony yang bekerja di perusahaan HealthCare menemukan kaki palsu yang menggunakan mikroprosesor terkontrol yang bisa bergerak. Teknologi ini pun menjadi solusi penyelamat bagi para pasien yang divonis harus mengamputasi kakinya.

  1. Bio Disc

Penemuan yang paling baru adalah Bio Disc dari Jerman. Bio Disc sendiri dikembangkan oleh seorang dokter bernama dr. Ian Lyons yang sebelumnya sudah melakukan penelitian medis selama kurun waktu 25 tahun. Alat ini menggunakan teknologi dengan resonansi nano sehingga Bio Disc bisa membantu untuk mengeluarkan energi negatif dari dalam tubuh menggunakan air putih yang dikonsumsi. Air putih tersebut merupakan treatment dari Bio Disc yang digunakan sebagai media kesehatan tubuh. Pada air Bio Disc ini terkandung energi serta kristal yang tak akan rusak meski terkena paparan radiasi elektromagnetik, seperti misalnya dari komputer, handphone, atau microwave.

Perkembangan medis di Jerman memang sangat pesat, maka tak heran jika banyak masyarakat Indonesia yang mampu memilih untuk berobat ke Jerman, serta tak sedikit mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu teknologi medis di negara Jerman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *