Tag: Obat Berbahaya

Pentingnya Cek Tanggal Kadaluarsa untuk Menghindari Obat Berbahaya

Obat merupakan salah satu komponen medis yang dapat menunjang pengobatan seseorang agar dapat sembuh lebih cepat. Obat ini diberikan untuk berbagai alasan baik untuk mencegah penyakit agar tidak semakin parah, menjadi obat penghilang rasa sakit, obat pencegah penyakit seperti vitamin, dan juga banyak obat lainnya. Obat yang akan dikonsumsi oleh pasien harus dipilih dengan baik dan hati-hati agar dapat aman dikonsumsi dan tidak menjadi obat berbahaya untuk dikonsumsi.

Ketika memilih obat yang akan dikonsumsi untuk pasien atau orang yang sedang sakit, ada beberapa tips agar dapat menghindari obat yang berbahaya dan tidak salah pilih. Berbagai tips tersebut adalah sebagai berikut ini:

Baca juga: Ciri Obat Berbahaya dari Herbal untuk Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui

  • Memilih jenis obat yang akan digunakan dan pastikan memilih obat yang cara konsumsinya pas untuk Anda. Karena ada banyak jenis obat yang ada dari obat kapsul, sirup, bentuk tablet, dan juga obat suntik. Sehingga untuk mendapatkan obat yang tepat Anda harus memilih jenis yang sesuai agar tidak menjadi obat yang berbahaya.
  • Memilih obat dari resep dokter sehingga sangat penting untuk dapat membeli atau memilih obat yang tidak sembarangan. Resep dokter sangat dibutuhkan untuk mendapatkan obat yang tepat di tempat yang tepat seperti apotek.
  • Sesuaikan obat yang dibutuhkan dengan jenis penyakit yang diderita sehingga bisa untuk periksa ke dokter terlebih dahulu.

Obat memang berguna untuk berbagai kondisi dan dapat untuk menjadi penyebab sembuhnya penyakit tertentu. Sehingga ketika sakit harus dipastikan Anda mengkonsumsi obat secara rutin sesuai dengan resep dokter. Bagi yang mempunyai penyakit berbahaya juga harus meminta resep dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan jenis obat yang tepat. Karena banyak obat di pasaran yang mudah dibeli dan ditemukan dengan berbagai resiko. Sehingga bagi yang mempunyai penyakit berbahaya seperti jantung harus memilih dan mengkonsumsi obat yang disarankan oleh dokter. Apabila hal tersebut tidak dilakukan obat yang harusnya dapat untuk menyembuhkan bisa menjadi obat berbahaya untuk dikonsumsi.

Selain harus menggunakan resep dokter, syarat lainnya agar menghindari obat yang dapat berbahaya adalah dengan mengamati tanggal kadaluarsa obat. Biasanya tanggal kadaluarsa obat akan tertera pada kemasannya baik itu di plastik, di botol, dan juga tempat obat lainnya. Bagi Anda yang akan minum obat harus cermat untuk mengamati tanggal kadaluarsa yang ada pada kemasan.

Karena apabila mengabaikan tanggal kadaluarsa pada obat tersebut maka obat yang menyembuhkan bisa untuk menjadi obat yang tidak layak dikonsumsi dan memperparah penyakit. Obat yang kadaluarsa menjadi obat berbahaya karena dapat menyebabkan keracunan obat sehingga penyakit yang diderita bisa tambah parah. Oleh karena itulah sebaiknya perhatikan tanggal kadaluarsa yang ada pada obat umum sebelum akan mengkonsumsi obat.

 

Ciri Obat Berbahaya dari Herbal untuk Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui

Menderita sakit parah hingga berbulan-bulan merupakan suatu cobaan yang sangat sulit untuk diterima. Tetapi sebagai manusia yang menerima cobaan tentunya masih dapat mengupayakan kesembuhan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan berbagai pengobatan yang dipercaya ampuh menangani penyakit Anda. Tetapi perlu berhati-hati, tidak sedikit peredaran obat berbahaya sekarang ini yang ada dalam lingkungan masyarakat. Hal tersebut tentunya dilakukan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang akan mencari keuntungan secara pribadi. Tidak hanya obat yang berunsur kimiawi, tetapi obat herbal pun termasuk didalamnya.

Ya, mindset mengenai obat herbal yang terbuat dari bahan-bahan alami ternyata juga berpotensi menjadi obat-obatan yang berbahaya. Sangat disayangkan memang, disaat masyarakat banyak membutuhkan pengobatan dengan solusi yang murah dari bahan alami tetapi malah terjerat oknum yang tidak bertanggungjawab. Selain merugikan banyak masyarakat, juga akan merugikan pihak pemerintah yang dirasa lalai dalam pengawasan obat yang membahayakan tersebut. Makanya sebagai orang yang berada di lingkungan lebih baiknya untuk selalu mawas diri, berikut ini beberapa ciri obat herbal berbahaya antara lain:

  • Kemasan dan label.

Sebuah obat yang sudah dalam pengawasan pemerintah tentunya sudah terlihat dari kemasan maupun label pada kemasan tersebut. Misalnya saja seperti nomor ijin dari pemerintah, gambar yang terdapat di kemasan, label halal atau label yang menyatakan obat tersebut layak untuk dikonsumsi. Dengan adanya ciri-ciri begitu dugaan akan obat berbahaya akan terjawab dengan mudah.

  • Informasi fungsi dan aturan pakai.

Obat herbal yang beredar di Indonesia tidak semuanya merupakan produksi dalam negeri karena tidak sedikit yang merupakan produksi luar negeri. Maka dari itu jika menggunakan bahasa asing dalam penjelasan fungsi maupun aturan pakainya kemungkinan termasuk dalam obat yang berbahaya. Obat herbal yang tidak berbahaya umumnya menggunakan bahasa Indonesia atau kalau tidak menggunakan bahasa asing tetapi juga disertai dengan bahasa Indonesia sesuai dengan negara beredarnya.

  • Komposisi dan bahan.

Dari komposisinya juga dapat dilihat mana yang merupakan obat membahayakan dan mana yang merupakan obat tidak berbahaya. Biasanya obat yang tidak berbahaya dalam keterangan komposisi bahan bakunya menggunakan nama-nama latin ataupun sedikit ilmiah atau bisa juga menggunakan nama daerah secara langsung.

  • Bau dan juga rasa.

Untuk bau dan rasa juga bisa dijadikan pertimbangan, karena obat herbal akan menimbulkan bau herbal yang khas. Jika obat tersebut terdapat bau-bau kimiawi kemungkinan merupakan obat yang berbahaya atau palsu.

  • Reaksi obat.

Pemakaian obat herbal atau jamu-jamuan umumnya mempunyai khasiat yang sedikit lambat, karena perlu ketelatenan dalam pemakaian. Makanya jika obat tersebut saat diminum akan langsung memberikan efek baik kemungkinan dapat tergolong dalam obat berbahaya atau tidak asli. Obat tersebut diduga merupakan campuran dari bahan kimia buatan orang yang tidak bisa bertanggungjawab.

 

Obat Berbahaya yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Penggunaan obat-obatan memang diperuntukkan untuk pengobatan atau kesehatan tubuh namun adakalanya beberapa obat memiliki efek samping, khususnya ketika dikonsumsi oleh ibu hamil. Berikut ini beberapa obat berbahaya yang harus dhindari untuk dikonsumsi oleh ibu hamil:

Baca juga: Ciri-ciri Obat Berbahaya untuk Melangsingkan Tubuh

  1. Penghilang Rasa Sakit

Obat pereda rasa sakit seperti aspirin atau ibuprofen dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan sehingga harus dihindari. Apabila ibu hamil mengalami sakit kepala, sebaiknya dilakukan pengobatan alami daripada minum obat kimia.

  1. Obat Anti Jamur

Masalah jamur memang kerapkali dialami ibu hami namun jangan mengonsumsi obat anti jamur secara sembarangan.

  1. Obat Jerawat

Selama hamil, biasanya akan terjadi perubahan hormon yang ada di dalam tubuh sehingga menimbulkan jerawat. Akan tetapi jangan sekali-kali minum obat jerawat, lebih baik lakukan perawatan alami dengan menggunakan masker berbahan alami dan menjaga kebersihan wajah agar jerawat sembuh.

  1. Obat Anti Depresi

Obat anti depresi yang dikonsumsi saat hami bisa berbahaya pada janin karena akan meningkatkan resiko bayi terlahir cacat. Apabila mengalami stress, lebih baik ibu hamil banyak melakukan meditasi serta yoga.

  1. Anti Alergi

Saat hamil obat anti alergi juga harus dihindari, untuk mengatasi masalah alergi sebaikya rajin bersihkan rumah, jauhi debu serta makan makanan bergizi untuk memperkuat sistem imun tubuh.

  1. Obat Anti Mabuk Perjalanan

Apabila sedang hamil, jangan minum obat mabuk perjalanan karena akan berefek buruk pada bayi. Untuk mengatasi mabuk perjalanan sebaiknya gunakan minyak angin yang digosok pada kepala dan leher yang lebih aman untuk ibu hamil.

  1. Obat Tidur

Ibu hamil memang seringkali sulit tidur, akan tetapi jangan mengonsumsi obat tidur karena akan bisa menyebabkan hal buruk bagi janin. Bagi orang biasa saja obat tidur tergolong obat berbahaya apabila tidak diminum sesuai takaran, apalagi untuk ibu hamil.

  1. Herba

Ada beberapa obat yang dipercaya bersifat alami atau herba, akan tetapi sebaiknya dihindari oleh ibu hamil seperti ginseng, rosemary, dan lidah buaya.

  1. Obat Anti-Inflamasi Nonsterold

Obat jenis ini misalnya seperti asam mefenamat harus dihindari khususnya ketika kehamilan berusia 7 hingga 9 bulan.

  1. Obat Asma Salbutamol

Bagi ibu hamil yang memiliki penyakit asma, sebaiknya tidak menggunakan obat asma salbutamol tapi gunakan obat asma inhalasi yang disemprotkan ke dalam mulut karena lebih aman bagi janin.

  1. Obat Analgesik

Obat jenis ini misalnya antipiretik dan antiplatelet asetosal harus dihindari khususnya ketika usia kehamilan mencapai 7 hingga 9 bulan. Obat ini dapat meningkatkan resiko pendarahan saat proses persalinan dan penggunaan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan hipertensi tetap pada bayi.

Itulah obat berbahaya yang harus dihindari oleh ibu hamil.Ketika hamil, para ibu sebaiknya tidak mengkonsumsi sembarang obat karena akan berpengaruh pada janin. Sebaiknya konsultasikan terlebih dulu pada dokter apabila ingin mengonsumsi obat-obatan tertentu.

 

Ciri-ciri Obat Berbahaya untuk Melangsingkan Tubuh

Memiliki tubuh langsing dan ideal merupakan dambaan banyak orang, beragam cara dilakukan untuk mendapatkan postur tubuh yang ideal ini. Ada yang berolahraga, mengatur asupan gizi, namun tak sedikit yang ingin langsing dengan cepat mencoba jalan pintas dengan mengkonsumsi obat-obatan pelangsing, padahal di pasaran tak sedikit obat pelangsing yang merupakan obat berbahaya bagi tubuh.

Sebelum mengkonsumsi obat-obatan pelangsing, sebaiknya teliti terlebih dahulu obat tersebut, apakah masuk dalam kategori obat berbahaya ataukah tidak. Dan berikut ini adalah ciri-ciri obat pelangsing yang berbahaya:

  1. Mengandung Bahan Kimia Sibutramine dan Phenolphthalein

Berdasarkan berbagai sumber, sibutramine dan phenolphtalein merupakan jenis bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh. Obat yang memiliki kandungan zat ini memang sering disebut bisa menurunkan berat badan dan melangsingkan tubuh dengan cepat.  Akan tetapi, obat pelangsing yang memiliki kandungan kedua bahan ini juga bisa menyebabkan beragam efek samping seperti kepala pusing, lemas berkelanjutan, dehidrasi atau kekurangan cairan serta beragam efek samping lainnya yang berbahaya bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi secara terus menerus.

  1. Tidak Mencantumkan Komposisi Obat

Ketika hendak memilih obat pelangsing, sebaiknya cek dan teliti terlebih dahulu komposisi obat secara detail. Apabila tidak tercantum komposisi secara jelas dan tidak ada rekomendasi ahli atau dokter, maka bisa dipastikan obat tersebut masuk dalam kategori obat pelangsing berbahaya yang bisa menimbulkan efek samping terhadap tubuh. Dikarenakan obat pelangsing yang baik dan legal biasanya mencantumkan komposisi bahan, waktu produksi serta dicantumkan pula tanggal kadaluarsa.

  1. Tidak Memiliki Izin

Di Indonesia, BPOM adalah lembaga yang memiliki tugas untuk mensertifikasi obat serta makanan, dan semua obat dan makanan yang beredar di Indonesia sebelumnya haruslah lulus uji dari BPOM. Akan tetapi hal ini tentunya berbeda dengan obat pelangsing yang berbahaya karena biasanya tidak mendapatkan sertifikasi dari BPOM dan beredar secara ilegal. Oleh karena itu konsumen dan pengguna haru jeli dan berhati-hati dengan produk ilegal ini, apalagi yang emmebrikan janji manis bisa langsing secara cepat dan instan.

  1. Efek Samping Negatif

Obat pelangsing ilegal biasanya memiliki dampak negatif bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara ilegal, dampak negatifnya sendiri adalah malas, sering buang air besar atau kecil, dehidrasi, sulit tidur, sesak napas, telinga berdenging, kepala pusing, meningkatnya asam lambung, bahkan apabila dibiarkan ada yang bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, apabila terjadi tanda-tanda yang tidak beres pada tubuh, lebih baik segera hentikan pemakaian obat pelangsing tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Itulah ciri-ciri obat berbahaya untuk melangsingkan tubuh. Apabila ingin langsing sebaiknya rajin olahraga dan mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, bukan melalui jalan pintas dengan mengkonsumsi obat-obatan yang tidak jelas.

 

Obat Berbahaya Untuk Ibu Hamil

Kesehatan seorang ibu selama mengandung memang harus sangat diperhatikan. Tak hanya dari segi makanan yang dikonsumsi dan kegiatan-kegiatan apa saja yang dilarang serta diperbolehkan, beberapa obat berbahaya untuk ibu hamil juga penting untuk diketahui. Ini agar ibu sebisa mungkin menghindari obat-obatan tersebut demi kesehatan bayinya dan juga dirinya semasa mengandung. 

Baca juga: Tips Sehat Saat Hamil Muda

  • Yang pertama adalah obat anti kanker. Obat ini termasuk berbahaya karena jaringan tubuh pada janin akan tumbuh sangat cepat serta rentan terhadap obat jenis ini. Konsumsi obat anti kanker dapat menimbulkan cacat bawaan pada bayi, mulai dari pertumbuhan yang terhambat, kelainan pada kaki atau tulang belakang hingga keterbelakangan mental. 
  • Kedua, obat talidomid. Obat jenis ini memang sudah tak lagi diberikan untuk wanita hamil lantaran dapat menyebabkan cacat bawaan bagi janin, seperti gangguan pada pembentukan lengan serta tungkai, kelainan pada jantung, usus serta pembuluh darah. 
  • Obat-obatan yang dilarang saat hamil berikutnya ialah pengobatan kulit dengan menggunakan isotretinoin. Obat ini umumnya dipakai untuk mengatasi gangguan pada kulit wajah seperti jerawat. Penggunaannya dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi apabila wanita yang mengonsumsinya dinyatakan hamil dua minggu pasca berhenti menggunakan obat.  Sangat disarankan untuk menunda kehamilan terlebih dahulu, antara tiga sampai empat minggu setelah berhenti mengonsumsi isotretinoin. Beberapa jenis cacat bawaan yang dapat terjadi pada bayi jika sang ibu mengonsumsi isotretinoin ialah kelainan pada jantung, telinga dan juga hidosefalus. 
  • Keempat, ibu hamil juga sebaiknya menghindari vaksin, terutama vaksin yang terbuat dari virus hidup. Yang termasuk dalam virus hidup adalah rubella serta varicella. Pemberian vaksin seperti ini akan berpotensi menyebabkan adanya infeksi plasenta serta janin.
  • Obat lainnya yang tidak boleh diberikan pada ibu hamil karena akan membahayakan janin ialah obat tiroid. Ini karena yodium radioaktif dalam obat ini yang berfungsi mengobati hipertiroidisme mampu melewati plasenta serta menghancurkan kelenjar tiroid yang terdapat pada janin. Tak hanya itu saja, pemberian metimazol serta propiltiourasil dapat pula melewati plasenta dan menyebabkan resiko kelenjar tiroid pada janin menjadi lebih besar ukurannya.

Satu lagi obat berbahaya untuk kehamilan ialah narkotika dan beberapa jenis obat anti peradangan seperti aspirin. Konsumsi obat ini dapat langsung masuk ke dalam janin dengan jumlah cukup besar. Tak hanya itu, bayi yang dilahirkan dari ibu pecandu narkoba umumnya akan mengalami kecanduan bahkan sebelum dilahirkan. Ini terlihat dari adanya gejala yang dinamakan putus obat dengan waktu antara enam jam sampai delapan hari pasca kelahiran.

Memperhatikan obat yang diperbolehkan dan dilarang untuk dikonsumsi selama kehamilan akan turut membantu menjaga kesehatan bayi dan ibu, baik selama mengandung ataupun ketika anak telah lahir ke dunia. Jenis-jenis obat yang diperbolehkan maupun yang dilarang ini dapat ditanyakan lebih lanjut ke Dokter kandungan untuk mendapat keterangan yang lebih lengkap dan akurat.

 

© 2020 obatperawatan.com

Theme by Anders NorenUp ↑