Tanda Tanda Awal Kehamilan

By | November 21, 2018

Memiliki anak tentunya menjadi dambaan setiap pasangan yang sudah menikah. Kini sudah semakin banyak pasangan yang menyadari pentingnya merencanakan kehamilan sejak dini. Merencanakan kehamilan akan membuat calon orang tua lebih siap secara fisik dan emosional dalam kehadiran si jabang bayi. Persiapan ini sangat penting, terutama bagi calon ibu yang selama kehamilan akan banyak mengalami perubahan pada segi fisik dan psikologisnya.

Perencanaan kehamilan yang baik tentunya akan diikuti dengan usaha yang tepat agar si jabang bayi bisa segera bersarang di dalam rahim sang calon ibu. Jika sudah melakukan usaha, maka calon orang tua perlu memahami tanda tanda kehamilan agar tidak kecolongan.

Apa sajakah tanda awal yang biasa terlihat di awal kehamilan?

  1. Terlambat Menstruasi

Ini adalah gejala paling awal yang cukup mudah dikenali di awal kehamilan. Jarak menstruasi perempuan rata rata adalah setiap 25 hingga 40 hari sekali. Jika menstruasi tak kunjung datang seperti jadwal biasanya, perlu segera dilakukan pengecekan kehamilan. Dalam beberapa kasus, keterlambatan menstruasi sebagai tanda kehamilan sering diikuti adanya bercak kecoklatan di pakaian dalam wanita (baca selengkapnya di sini).

  1. Nyeri Punggung

Keberadaan jabang bayi di dalam rahim menyebabkan struktur tubuh ibu di sekitar bagian perut dan pinggul sedikit berubah. Adanya tekanan pada bagian tersebut seringkali menyebabkan nyeri punggung yang datang sewaktu waktu. Nyeri tersebut biasanya diikuti dengan sensasi agak panas. Hal ini biasanya akan berkurang seiring pertumbuhan janin, namun akan datang kembali ketika memasuki akhir dari trimester ketiga.

  1. Intensitas Kencing yang Meningkat

Adanya jabang bayi di dalam rahim yang terus bertumbuh memberikan tekanan pada kantung kemih. Hal ini membuat sensasi ingin kencing dialami oleh ibu hamil dengan intesitas yang lebih sering dari biasanya. Ditambah lagi, perubahan hormon pada masa kehamilan membuat ginjal memproduksi urin dalam jumlah yang lebih banyak. Usahakan untuk tidak menahan kencing karena dapat menjadi biang penyakit yang mengganggu ginjal. Kondisi tersebut tentunya akan sangat bahaya bagi ibu dan bayi dalam masa kehamilan.

  1. Mual dan Muntah

Para calon ibu yang tengah memasuki kehamilan pasti akan akrab dengan istilah morning sickness. Morning sickness adalah perasaan tidak nyaman yang mengakibatkan ibu hamil merasa mual dan biasanya berujung dengan muntah. Kondisi ini memang paling sering terjadi di pagi hari, sehingga disebut morning sickness. Namun bukan berarti kondisi tersebut tak mungkin datang di siang atau bahkan malam hari.

Morning sickness terjadi karena adanya perubahan hormon yang merangsang rasa nyeri pada lapisan perut. Rasa nyeri tersebut kemudian perlahan lahan berubah menjadi rasa mual. Morning sickness paling sering dialami calon ibu pada trimester pertama kehamilan.

Rasa mual adalah salah satu tanda kehamilan yang sering membuat ibu merasa tidak nyaman. Jika tidak ditangani dengan cepat kondisi mual mual ini juga akan mengganggu aktivitas harian sang ibu. Oleh karena itu, calon ibu perlu mencari tahu cara mengatasi mual saat hamil yang efektif.

Salah satu cara mengurangi rasa mual yang paling mudah dilakukan adalah dengan memperbanyak mengkonsumsi buah dan air putih. Selain itu, hindari bau bauan menyengat atau rasa makanan yang dapat memicu rasa mual. Selain itu, calon ibu juga bisa mencoba olahraga ringan di pagi hari untuk memperlancar peredaran darah dan mengurangi rasa mual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *