Tips Memilih Cream Herbal yang Ada di Pasaran

By | August 16, 2016

Wanita itu selalu mendambakan kulit yang mulus, bebas dari jerawat dan juga putih. Keinginan ini banyak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan. Banyak dari mereka membuat krim abal-abal yang diklaim cepat memutihkan kulit dan tidak berefek samping. Namun setelah digunakan beberapa saat, kulit ada yang melepuh dan muka menjadi tidak cantik lagi. Oleh karena itu penting untuk mengetahui bagaimana membedakan cream herbal yang aman dan berbahaya.

Pastikan terdaftar pada BPOM

Ketika membeli krim hendaknya konsumen menjadi konsumen yang bijak. Kenapa? Hanya dengan cara inilah konsumen akan terhindar dari bahaya penggunaan krim yang tidak jelas. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kemasan krim, apakah ada nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Dengan kemajuan teknologi saat ini, konsumen bisa dengan mudah mencocokkan nomor registrasi di kemasan melalui smartphone dengan mengakses laman BPOM. Jika kodenya tidak sama atau bahkan tidak ditemukan, hentikan kegiatan anda membeli produk tersebut.

Lihat komposisi dari Cream Tersebut

Langkah selanjutnya dalam pemilihan cream herbal, pembeli dapat melihat komposisi dari krim tersebut. Krim yang tidak abal-abal akan mencantumkan komposisi pembuatan krim tersebut pada kemasannya. Cek dulu komposisinya sebelum membeli, walaupun terdaftar BPOM setiap krim tidak akan cocok untuk semua orang. Perhatikan dengan seksama komposisinya, jika di dalamnya mengandung bahan yang mampu memicu alergi anda pastikan untuk tidak membelinya.

Baca Juga: Memilih Cream Muka untuk Si Kulit Berminyak

Tanggal Kadaluarsa

Selain komposisi yang harus bebas dari bahan penyebab alergi, krim yang hendak dibeli haruslah mempunyai tanggal kadaluarsa. Hentikan pembelian jika tanggal kadaluarsa hampir dekat. Krim tersebut akan berbahaya jika digunakan karena kemungkinan besar bakteri sudah mulai berkembang. Bakteri yang tercampur akan mengakibatkan dampak kesehatan yang lumayan serius. Bisa saja setelah penggunaan muncul iritasi pada kulit yang akan memerlukan dana besar agar kembali seperti semula.

Kemasan Produk

Membeli krim perlu juga memperhatikan kemasan. Jika berminat pada salah satu produk, pastikan produk masih tersegel. Kemasan produk tidak cacat ataupun segelnya menghilang. Kemasan yang rusak akan menyebabkan kemungkinan bakteri dapat berkembang di dalamnya. Selain itu jika kemasan rusak dapat menjadi indikasi bahwa krim yang terdapat di dalam kemasan merupakan produk lain. Sehingga tidak diketahui seperti apa kandungan sebenarnya.

Belilah di counter resmi

Yang paling penting saat belanja kebutuhan kosmetik adalah membelinya pada konter-konter resmi. Membeli di lapak pinggir jalan ataupun pada seller-seller yang tidak mempunyai kemampuan pada bidang kimia akan sangat berbahaya. Jangan membelinya walaupun dijanjikan bahwa produk sudah ada sertifikat BPOM-nya. Karena bukan tidak mungkin barang yang dijual merupakan percampuran bahan-bahan berbahaya, yang cepat hasilnya tapi efek sampingnya mengerikan.

Jika mempunyai keluhan akan kulit yang kurang memuaskan dan memerlukan hasil yang lumayan cepat, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter. Disini dokter kulit akan memberikan solusi dan meresepkan sesuai dengan kebutuhan. Bukankah lebih aman jika krim yang digunakan berasal dari tangan orang yang terpercaya. Walaupun begitu cream herbal tidak sepenuhnya berbahaya jika konsumen mampu menjadi konsumen yang cerdas. Karena bahan herbal mau tidak mau mempunyai manfaat lumayan tinggi dengan efek samping yang minimal dan bahkan tidak ada. Konsumen hanya harus hati-hati dan tidak mudah tergiur dengan diskon para penjual krim abal-abal. Perawatan itu investasi untuk masa depan, jadi mulai sekarang belajarlah membeli barang yang benar-benar aman untuk digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *