Tips Memilih Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

By | March 19, 2018

Kesehatan merupakan harta yang sangat berharga sehingga banyak orang yang berusaha menjaga kesehatan tubuh agar bisa digunakan untuk beraktivitas layaknya orang pada umumnya. Saat tubuh dilanda sakit segala jenis upaya pengobatan dilakukan untuk mendapatkan kesembuhan. Salah satunya dengan cara mengkonsumsi obat herbal, yaitu ramuan obat yang terbuat dari racikan kulit kayu, dedaunan, akar-akaran wangi, buah, bunga dan bagian tumbuhan lainnya.

Tips Memilih Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Sedikit informasi, tidak semua obat-obatan herbal aman untuk dikonsumsi oleh tubuh. Pasalnya saat ini banyak sekali beredar obat-obatan jenis ini di pasaran yang mengandung bahan kimia dan menyebabkan efek samping yang berbahaya untuk kesehatan, seperti gangguan tekanan darah, gangguan jantung, dll. Selain itu banyak pula obat-obatan herbal yang belum memiliki ijin distribusi dari BPOM atau bisa dikatakan masih berstatus illegal. Sebagai konsumen Anda wajib bijak untuk memilih obat-obatan herbal yang baik untuk kesehatan Anda sendiri maupun anggota keluarga.

Untuk memilih obat herbal yang aman dikonsumsi, Anda bisa memperhatikan beberapa tips berikut ini:

  • Meneliti dengan seksama pada kemasannya.

Sebelum membeli jangan pernah mengambilnya tanpa memperhatikan kemasan produknya. Sebaiknya teliti terlebih dahulu kemasan tidak dalam keadaan robek, berlubang, berkarat, penyok, maupun bocor. Cek juga untuk tanggal pembuatannya serta expired date-nya. Pastikan semua informasi berikut ini ada di setiap kemasan obat-obatan herbal yang Anda beli, seperti nama obat, nama serta alamat pabrik pembuat atau distributornya, komposisi bahan yang terkandung dalam obatnya melalui kemasan maupun brosur yang disematkan pada kardusnya, saran penggunaan seperti dosis, penyajian, jumlah bahan aktif dan efek sampingnya, serta nomor ijin peredarannya dari BPOM.

  • Membaca labelnya.

Saat membeli pastikan Anda membaca dengan teliti label kemasannya, meliputi cara pemakaian yang baik dan benar, jumlah dosis yang disarankan per harinya, kandungan bahan aktifnya, larangan penggunaan obat untuk penderita alergi tertentu, dan masih banyak lagi. Obat-obatan herbal memang terbuat dari bahan-bahan alami, namun tidak menutup kemungkinan ada produsen yang dengan tidak bertanggung jawab mencampurkan senyawa kimia alami dalam proses pembuatannya sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

  • Memastikan ada ijin distribusinya.

Saat membeli Anda juga harus memperhatikan ijin edar yang telah dikeluarkan oleh BPOM. Anda bisa mengeceknya dari situs resmi BPOM. Jika Anda menggunakan obat-obatan herbal racikan dari herbalis, Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa herbalis tersebut memiliki ijin praktik yang telah terdaftar secara resmi dari Dinas Kesehatan.

Baca juga Bahan Herbal Pengusir Masuk Angin yang Aman untuk Pengidap Diabetes

  • Melihat logo golongan obatnya.

BPOM mengeluarkan ketentuan obat tradisional kedalam tiga kategori, yaitu jamu, obat-obatan herbal berstandar (OHT), dan fitofarmaka. Produk obat herbal yang aman digunakan haruslah teruji secara klinis baik dari dosis, cara penggunaan, efek sampingnya, efektifitas, dan interaksinya dengan senyawa obat lain. Sayangnya kebanyakan obat-obatan herbal yang beredar di Indonesia yang masuk dalam kategori jamu dan OHT belum teruji keamanannya secara klinis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *