Tips Memilih Obat Herbal Yang Aman

By | December 20, 2016

Maraknya obat herbal di Indonesia sudah tak terelakkan dari zaman dahulu dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang masih memiliki kekayaan sumber alam yang melimpah. Jadi, masyarakat yang masih tinggal di desa dan pelosok serta jauh rumah sakit di kota hanya mengandalkan tanaman serta obat herbal untuk mengobati penyakit. Yang menjadi pertanyaan orang di masa kini (milenial) adalah seberapa amankah obat herbal tersebut?

Dari yang kita tahu herbal terbuat dari tumbuh – tumbuhan yang biasanya diambil dari batang, daun, buah, akar, atau biji – bijian yang lalu diproses kemudian dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, bubuk, jamu serta minyak. Karena terbuat dari bahan alami, masyarakat di Indonesia pun berpikir bahwa ini aman untuk dikonsumsi daripada obat – obatan dari dokter yang notabene mengandung bahan kimia. Dan hal ini yang sebenarnya patut digaris bawahi karena tidak semua obat herbal itu, aman.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat ingin membeli obat herbal? Tentu saja dengan adanya cap atau terdaftar di BPOM RI. Proses uji klinik di BPOM RI tentu saja melewati serangkaian tes yang membuktikan bahwa obat herbal tidak mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan efek samping dari yang ringan hingga parah. Selain itu, dengan adanya cap dari BPOM, sudah dipastikan bahwa obat herbal akan aman dikonsumsi dan jauh dari zat – zat yang dapat merugikan tubuh Anda.

Selain itu, periksa tanggal produksi di botol atau kemasan obat tersebut karena bagaimanapun selalu ada masa kaduluarsa untuk semua barang yang bisa dikonsumsi. Untuk pemakaian dan dosis, biasanya juga tertera dalam kemasan. Jangan dikira karena obat herbal adalah produk alami lalu bisa dengan seenaknya menambah dosis sendiri atau menguranginya lantaran berpikir bahwa yang alami tidak akan membahayakan tubuh. Apapun yang berlebihan tentunya akan membawa bencana buat diri Anda sendiri.

Konsultasi pada dokter Anda jika Anda ragu dan ingin melakukan pengobatan secara medis dan alternatif karena ada beberapa obat herbal yang tidak bisa dicampurkan dengan obatd ari dokter karena dapat mengacaukan manfaat itu sendiri. seperti sambiloto yang dapat menguatkan imun tubuh, tentunya obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat sakit autoimun karena akan memperparah keadaan. Ada juga obat herbal seperti gingko biloba yang harus dihentikan dua minggu sebelum operasi karena obat ini berfungsi memperlambat proses pembekuan darah yang artinya akan mengganggu prosesnya oeprasi.

Buat Anda yang masih ragu, carilah informasi sebanyak mungkin dengan membaca review atau bertanya pada orang yang sudah mengkonsumsinya. Ingin lebih detil, coba bicarakan dengan dokter yang menangani Anda karena siapa tahu dokter memiliki solusi yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *