Category: Parenting

Waktunya MPASI?Sebaiknya Hindari Makanan Ini ya Moms!

Bagaimana kabar moms hari ini? Memiliki bayi tentunya bukan hanya sebatas memiliki saja, namun juga perlu diperhatikan dari segi merawatnya juga. Moms, tahukah bahwa bayi itu merupakan guru yang paling baik bagi kita? Karena memang, menjadi orangtua itu sekolahnya adalah seumur hidup, jadi berikan yang terbaik pula bagi bayi kita saat sudah mulai memasuki usia pemberian makanan pendamping ASI. Konsumsi daun katuk bagi ibu menyusui juga baik loh, selain menyiapkan makanan yang terbaik bagi sang bayi.

Ada juga rekomendasi produk pelancar ASI dari ekstrak daun katuk, ini dia selengkapnya: https://review.bukalapak.com/mom/supaya-menyusui-semakin-lancar-cek-3-rekomendasi-produk-daun-katuk-ini-37285

Tetapi kali ini kita akan membicarakan mengenai makanan yang sebaiknya tidak diberikan atau bisa jadi terlarang untuk diberikan untuk usia bayi yang memasuki MPASI. Atau dengan kata lain sebaiknya ditunda dahulu diberikan ketika usianya lebih besar ya moms.

Ini dia berikut daftarnya!

  • Selai Kacang (Peanut Butter)

Walau selai kacang memiliki manfaat akan kandungan protein nabati, potasium, dan juga serat, tetapi sebaiknya jangan diberikan dahulu pada si kecil yang karena dapat menyebabkan plak pada gigi. Seperti yang kita ketahui bahwa tidak mudah untuk membuat bayi menggosok giginya setiap saat sehabis makan.

  • Madu

Untuk jenis MPASI yang sebaiknya tidak dulu diberikan pada bayi usia di bawah satu tahun adalah madu. Meskipun madu memang kaya akan manfaat yang dimiliki, madu juga merupakan pemanis alami pengganti gula. Namun, ada madu yang mengandung spora dan kontaminan lainnya yang dapat menyebabkan infeksi pada bayi di bawah usia 1 tahun.

  • Putih Telur

Memang tidak semua makanan dewasa yang baik akan bermanfaat bagi tubuh bayi. Itu karena bayi memang memiliki tubuh yang juga masih rentan terhadap bakteri bakteri yang ada yang mungkin saja juga ikut dimiliki pada putih telur. Sebaiknya memang tunda dahulu agar si kecil semakin besar ya moms, untuk dapat mengonsumsi putih telur. Siapa tahu di kemudian hari dia jadi suka putih telurnya.

  • Makanan Laut atau Seafood

Meskipun tidak semua jenis makanan laut yang dilarang untuk dikonsumsi bagi bayi. Beberapa hasil laut seperti kerang, ikan, atau kepiting dapat menyebabkan alergi. Selain itu, adanya kemungkinan kandungan merkuri pada jenis kerang dan yang lainnya, tentunya akan berbahaya bagi sang bayi, termasuk orang dewasa juga ya.

  • Sayuran Mentah

Sering makan lalapan moms? Nah, mungkin lalapan atau sayuran mentah menjadi salah satu makanan favorit bagi orang dewasa, namun bukan hal yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat bayi memasuki usia MPASI. Biasanya pada sayuran mentah juga terdapat bakteri pengganggu yang dapat mempengaruhi pecernaan si kecil, selain itu, pemberian sayuran mentah juga memungkinkan bayi untuk tersedak loh moms.

  • Makanan Kalengan

Tunda dulu ya moms, untuk pemberian makanan kalengan bagi si kecil. Di samping karena bahan bahan pembuatannya mengandung juga zat pengawet maupun zat bahan tambahan pangan lainnya, makanan kalengan juga rentan dihinggapi bakteri botolinum, yang juga berakibat terjadinya keracunan makanan bagi si kecil. Hati hati ya moms, jangan sampai niat hati ingin cepat memberikan makanan agar tidak menangis lagi, malah berujung fatal.

  • Buah Jeruk Masam

Bukan berarti juga tak diperbolehkan, buah masam seperti jeruk memang kaya akan vitamin C yang tinggi. Tentunya rasa yang terlalu masam akan berakibat pada perut atau pencernaan bayi. Bila memang ingin mencoba mengenali rasa jeruk, sebaiknya pilih jeruk peras yang memang rasanya tidak terlalu masam untuk MPASI.

Semangat memberikan yang terbaik untuk si kecil ya moms!

Makanan untuk Ibu Menyusui Agar bayi Sehat dan Terhindar dari Penyakit

Menyusui merupakan satu periode penting bagi seorang ibu. Seringkali momen ini menjadi hal yang menyenangkan dan juga menegangkan. Mengapa demikian? Banyak di antara pada ibu yang harus berjuang untuk dapat memberikan ASI eksklusif, salah satunya karena bagian payudara yang menjadi lecet saat menyusui. Nah, hal ini akan menjadi menyenangkan jika kita tahu cara untuk menyusui yang benar dan makanan apa yang baik untuk ibu menyusui. Yuk, simak tips berikut ini agar menyusui menjadi aman dan menyenangkan.

Cara Menyusui yang Baik dan Benar

Saat menyusui adalah waktu yang rileks bagi ibu dan bayi. Ada tiga cara untuk menyusui yang disarankan secara kesehatan, yaitu posisi dekapan, posisi football hold, dan posisi berbaring. Berikut penjelasannya satu per satu.

  • Posisi dekapan: ini disebut sebagai posisi klasik yang menjadi kegemaran para ibu. Posisi ini membuat perut bayi dan perut ibu bertemu. Hal itu akan membuat kepala bayi tetap pada posisi semula sehingga tidak berputar. Dalam posisi ini, kepala bayi berada di dalam dekapan.
  • Posisi football hold: posisi ini sangat sesuai untuk ibu yang baru pulih dari pembedahan atau caesar, ibu dengan payudara yang besar, bayi prematur atau berbadan kecil, dan menyusui anak kembar pada waktu yang bersamaan. Caranya adalah dengan menyokong kepala bayi dengan tangan. Lalu, gunakan bantal untuk menyokong belakang badan ibu.
  • Posisi berbaring: ini adalah posisi ketika ibu dan bayi merasa letih. Caranya, sokong kepala ibu dengan bantal dan sokong bayi dengan lengan atas. Posisi ini juga baik dilakukan untuk ibu yang baru pulih dari pembedahan caesar.

Makanan untuk Ibu Menyusui

Selain cara menyusui, penting pula untuk memperhatikan makanan yang menjadi asupan bagi ibu menyusui. Makanan yang benar akan memberikan hasil ASI yang baik. Berikut adalah makanan yang baik dikonsumsi oleh ibu menyusui.

menu makanan untuk ibu menyusui

  • Ikan salmon: salmon adalah salah satu ikan yang baik dikonsumsi oleh ibu menyusui. Salmon memiliki serat yang disebut DHA. DHA sangat penting untuk perkembangan sistem saraf bayi. Selain penting untuk perkembangan bayi, lemah baik atau DHA ini juga penting untuk membantu memperbaiki mood sehingga mengurangi risiko terkena baby blues.
  • Susu rendah lemak: susu sebagai penyedia protein, vitamin B, dan vitamin D sangat baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui. Susu juga merupakan sumber kalsium terbaik untuk tulang. Jadi, tidak hanya memberi susu pada bayi, ibu juga perlu meminum susu. Susu yang disarankan adalah yang rendah lemak. Selain itu, juga boleh mengonsumsi yogurt atau keju. Tentunya, dalam jumlah yang tidak berlebihan, ya.
  • Kacang-kacangan: kacang yang disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui adalah kacang yang berwarna gelap, seperti kacang hitam dan kacang merah. Kacang adalah sumber zat besi dan protein berkualitas nonhewani. Ini akan sangat cocok untuk yang hanya mengonsumsi sayur, alias vegetarian.
  • Beras cokelat atau beras merah: dua beras ini juga sangat baik bagi ibu yang menyusui. Terutama bagi ibu yang baru melahirkan dan ingin menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Melakukan diet dengan mengonsumsi beras merah atau beras cokelat tidak akan mengganggu produksi ASI.
  • Telur: kuning telur adalah salah satu sumber alami vitamin D. Ini akan membantu tulang bayi untuk tumbuh. Telur juga salah satu makanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Namun, bukan harus mengonsumsinya setiap hari, ya. Cukup konsumsi dua hari sekali.
  • Air: selain makanan, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan air harian. Lupa mengonsumsi air juga dapat menyebabkan dehidrasi. Selain memenuhi kebutuhan air putih, yaitu 8—12 gelas dalam sehari, bisa juga memvariasikan minuman dengan minum jus. Hal yang perlu diperhatikan adalah hindari minuman berkafein, seperti kopi atau teh. Jika bayi ikut merasakan kafein, ia akan menjadi sulit tidur.

Itulah, cara menyusui dan makanan yang penting untuk bayi dan ibu. Untuk mendapatkan info lainnya, yuk cek tautan berikut https://review.bukalapak.com/mom/ini-5-cara-menyusui-bayi-yang-benar-saat-payudara-lecet-16725

Manfaat Asi bagi Ibu dan Anak yang Wajib Anda Ketahui

Meskipun banyak susu formula yang beredar di pasaran, asi tetaplah makanan yang terbaik untuk bayi. Hal ini disebabkan oleh asi merupakan satu-satunya sumber makanan terbaik yang dapat memberikan kebutuhan nutrisi pada bayi secara alami. Pemberian asi ini dapat Anda berikan sampai anak berusia dua tahun. Namun, permasalahannya, produksi asi bagi setiap ibu berbeda-beda. Ada wanita yang produksi asinya banyak, ada pula wanita yang produksi asinya sedikit. Bagi Anda yang memiliki produksi asi yang sedikit, Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi makanan pelancar asi. Mau tahu, makanan apa saja yang dapat melancarkan produksi asi? Lihat di sini.

Saking pentingnya asi bagi anak, sampai-sampai pemerintah membuat peraturan tentang pemberikan asi eksklusif selama 6 bulan bagi anak. Peraturan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa pemberian asi merupakan hak bagi seorang bayi.

Asi ini ternyata tidak hanya bermanfaat bagi bayi, lho, tetapi juga dapat bermanfaat bagi sang ibu. Mau tahu, manfaat apa saja dari pemberian asi tersebut bagi bayi dan ibu? Simak uraiannya berikut ini!

Manfaat Asi bagi Bayi

Sudah disebutkan di awal bahwa asi sangat baik bagi si buah hati. Sedikitnya, terdapat tiga manfaat yang dapat diperoleh bayi dari asi tersebut.

  1. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Bayi

Manfaat utama dari asi adalah sebagai sumber makanan alami yang pertama bagi bayi. Pemberian asi ini dapat mencukupi semua kebutuhan energi dan nutrisi yang diperlukan bayi hingga berumur 6 bulan. Oleh sebab itu, pemberian susu formula atau makanan pendamping asi belum diperlukan sebelum bayi berumur 6 bulan. Sementara itu, pemberian asi pada bayi usia 6—12 bulan hanya mampu mencukupi setengah dari kebutuhan nutrisi bayi, sedangkan pada usia 1—2 tahun, asi hanya mampu mencukupi sepertiga dari kebutuhan bayi. Oleh sebab itu, dari umur 6 bulan, bayi harus diberi makanan tambahan ataupun susu formula agar kebutuhannya terpenuhi.

  1. Mempercepat Tumbuh Kembang Bayi

Manfaat asi yang kedua bagi bayi adalah dapat membantu perkembangan sensorik dan kognitif pada bayi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif pada bayi yang diberi asi lebih baik daripada bayi yang tidak diberi asi. Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa bayi yang diberi asi hingga 9 bulan memiliki perkembangan yang lebih baik daripada bayi yang hanya diberi asi hingga 3 atau 6 bulan. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa nilai IQ yang tinggi yang dimiliki seseorang juga dapat berhubungan dengan pemberian asi ketika ia bayi. Jadi, jika Anda ingin anak Anda cerdas dan pintar, berikan asi saat ia bayi.

  1. Meningkatnya Daya Tahan Tubuh Bayi

Manfaat yang ketiga adalah asi dapat melindungi bayi dari infeksi kuman-kuman, seperti bakteri, virus, maupun parasit. Pemberian asi eksklusif selama bayi berumur enam bulan tanpa disertai pemberian susu formula dapat mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakir diare atau radang paru-paru. Asi juga memiliki manfaat yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan bagi bayi.

Manfaat Asi bagi Ibu

Selain dapat memberikan manfaat bagi bayi, pemberian asi pada bayi juga dapat memberikan manfaat bagi ibu. Sedikitnya, terdapat tiga manfaat yang dapat diperoleh ibu yang menyusui.

  1. Lebih Cepat Memulihkan Rasa Lelah dan Sakit Pascapersalinan

Bagi Anda yang baru melahirkan, sebaiknya secepatnya berikan asi pada bayi Anda. Hal ini karena menyusui dapat mempercepat memulihkan Anda dari persalinan. Ketika menyusui, di dalam tubuh akan diproduksi hormon oksitosin yang tidak hanya dapat membantu ejeksi air susu, tetapi juga dapat membantu mengembalikan ukuran rahim menjadi normal. Selain itu, oksitosin juga dapat membantu kontraksi pada rahim sehingga dapat mengurangi pendarahan pascapersalinan.

  1. Kontrasepsi Alami

Manfaat kedua dari ibu menyusui adalah dapat menunda periode menstruasi bagi ibu sehingga dapat menunda kehamilan secara alami. Pada saat menyusui, produksi hormon estrogen akan berkurang, sedangkan ovulasi dapat terjadi ketika estrogen dalam tubuh meningkat, sehingga dengan menyusui, proses ovulasi dapat dicegah.

  1. Praktis dan Ekonomis

Terkadang bayi menangis karena lapar pada saat yang tidak terduga, misalnya saat malam hari ketika jam istirahat. Daripada Anda harus bangun untuk membuat susu formula, akan lebih mudah jika Anda langsung memberikan asi pada bayi. Selain manfaat praktis, asi juga dapat memberikan manfaat ekonomis, yaitu dapat membantu mengurangi biaya pembelian susu formula.

Itulah manfaat dari pemberian asi bagi bayi dan ibu. Bagaimana? Masih berpikir untuk tidak memberikan asi pada anak Anda? Sebaiknya, buang jauh-jauh pikiran itu karena dapat membuat Anda menyesal di kemudian hari.

Sumber Gambar

cdn.hellosehat.com

perawatanbayi.com

© 2020 obatperawatan.com

Theme by Anders NorenUp ↑