Tag: Kanker Tenggorokan

Waspadai Penyebab dan Gejala Kanker Tenggorokan

Kanker merupakan penyakit kronis yang telah banyak merenggut korban jiwa termasuk di Indonesia. Sel abnormal yang tubuh di berbagai organ tubuh manusia ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen yang mematikan dan menjalar ke organ-organ lainnya. Salah satu jenis kanker yang sekarang ini justru mengalami peningkatan penderita adalah kanker tenggorokan. Kanker jenis ini menyerang bagian sistem pernafasan atas yaitu tenggorokan khususnya di bagian pitas suara, amandel, dan orofaring.

Waspadai Penyebab dan Gejala Kanker Tenggorokan

Meski seringkali disebut dengan satu nama yang sama, namun kanker di bagian sistem pernafasan atas ini sebenarnya memiliki nama sendiri-sendiri sesuai dengan bagian yang terkena kanker. Berikut ini adalah beberapa jenis kanker di bagian tenggorokan yang dibedakan dari lokasi sel abnormalnya:

  • Kanker nasofaring, menyerang bagian tenggorokan atas.
  • Kanker orofaring, menyerang bagian amandel atau tenggorokan tengah.
  • Kanker hipofaring, menyerang di bagian kotak suara yang terletak pada tenggorokan bawah.
  • Kanker glotis, menyerang bagian pita suara.
  • Kanker supraglotik, menyerang jaringan yang berada di atas pita suara.
  • Kanker subglotik, menyerang di jaringan bawah pita suara.

Agar Anda bisa mewaspadai timbulnya sel abnormal pada tenggorokan sehingga dapat mendeteksi dini munculnya jenis kanker ini, sebaiknya mengenali gejala-gejala yang ditimbulkan. Berikut ini adalah beberapa gejala awal yang sering dirasakan penderita kanker bagian tenggorokan:

  • Batuk yang tak kunjung sembuh bahkan mengeluarkan darah.
  • Susah menelan meski hanya air saja.
  • Nafas berbunyi.
  • Telinga sering berdengung dan terasa sakit hingga kehilangan keseimbangan.
  • Suara mengalami perbedaan hingga serak dan hilang.
  • Munculnya benjolan di leher yang sangat terasa.
  • Berat badan mengalami penurunan tanpa sebab yang jelas.

Pada gejala awal, sangat mirip dengan batuk atau radang tenggorokan biasa sehingga memerlukan pemeriksaan jaringan untuk bisa mendeteksi adanya sel abnormal penyebab kanker tenggorokan tersebut.

Siapa saja pastinya ingin memiliki tubuh sehat yang bebas dari kanker. Untuk menghindari kanker pada tenggorokan ini sebaiknya Anda mengetahui apa saja penyebabnya untuk bisa menghindari sedari dini, yaitu:

  • Merokok dan mengunyah tembakau.
  • Konsumsi minuman keras.
  • Kesehatan gigi dan mulut yang buruk.
  • Kurang makan buah dan sayur.
  • Terinfeksi virus HPV dan EBV.
  • Menderita asam lambung.

Baca juga Tahapan Perkembangan dan Pengobatan untuk Penderita Kanker Tenggorokan

Dari informasi penyebab dan gejala kanker tenggorokan di atas, Anda bisa meminimalisir terjangkitnya kanker dengan mengurangi dan menghilangkan kebiasaan buruk yang bisa menjadi penyebab kanker. Selain itu jika Anda atau keluarga memiliki gejala tersebut, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter untuk di cek lebih lanjut apakah gejala yang timbul merupakan gejala awal kanker. Semakin cepat ditemukan maka semakin mudah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mencegah sel kanker meluas dan menjadi ganas.

 

 

 

Tahapan Perkembangan dan Pengobatan untuk Penderita Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan merupakan salah satu kanker yang menyerang tenggorokan seperti pada pita suara ataupun bagian tenggorokan yang lainnya. Kanker tersebut berasal dari sel abnormal yang tidak terkendali kemudian menjadi tumor dan akhirnya menjadi kanker. Kanker pada tenggorokan dibedakan menjadi 2 kelompok berdasarkan pada jenis sel tubuh yang berubah menjadi kanker, yaitu karsinoma sel skuamosa atau abnormalitas yang terjadi di sel selaput serta adenokarsinoma atau abnormalitas yang terjadi di sel kelenjar.

Berdasarkan pada area tenggorokan yang diserang, kanker pada tenggorokan ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

  • Kanker faring, yang dibagi lagi menjadi 3, yaitu:
  • Kanker nasofaring atau kanker yang menyerang tenggorokan bagian atas dan 70% penderitanya adalah laki-laki.
  • Kanker Orofaring yang merupakan kanker yang menyerang di bagian tenggorokan tengah.
  • Kanker hiporafing yang merupakan kanker yang menyerang pada bagian bawah tenggorokan.
  • Kanker laring.
  • Kanker tonsil.

Penyebab dan gejala dari kanker tenggorokan yang harus anda ketahui dan perhatikan, yaitu:

  • Penyebab:
  • Penggunaan tembakau baik saat Anda menggunakannya dalam bentuk rokok ataupun dikunyah misalnya seperti kinang.
  • Mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan.
  • Kesehatan pada gigi yang tidak terjaga.
  • Kurang mengkonsumsi sayur dan buah.
  • Mengidap infeksi virus HPV atau human papilomavirus serta penyakit asam lambung atau GERD.
  • Gejala pada kanker ini sulit dideteksi karena cenderung mirip dengan gejala pada masalah kesehatan yang lainnya. Gejalanya yaitu:
  • Sulit menelan.
  • Adanya perubahan suara seperti serak ataupun cara bicara yang tidak jelas.
  • Batuk kronis.
  • Sakit pada tenggorokan.
  • Telinga sakit ataupun berdengung.
  • Ada benjolan yang tidak kunjung sembuh.
  • Turun berat badan secara drastis.
  • Pembengkakan di mata, rahang, leher atau tenggorokan.

Untuk mendeteksi apakah orang tersebut menderita kanker pada tenggorokan, harus berkonsultasi setelah menemukan gejala tersebut. Anda akan melalui pemeriksaan seperti laringoskopi atau endoskopi, pengambilan sampel jaringan atau biopsi, X-ray, CT, MRI, PET scan. Jika positif kanker, seberapa jauh penyebaran kanker terbagi dalam 5 tingkatan atau stadium yaitu:

  • Stadium 0: Tumor hanya di jaringan tenggorokan.
  • Stadium 1: Tumor menyerang bagian bawah tenggorokan dan ukurannya dibawah 7 cm.
  • Stadium 2: Ukuran tumor tambah besar namun belum menyebar ke luar tenggorokan.
  • Stadium 3: Menyebar ke organ lain dekat dengan tenggorokan.
  • Stadium 4: Menyebar ke organ luar tenggorokan dan atau nodus limfa.

Untuk mengobati kanker tenggorokan, terdapat 4 jenis pengobatan yaitu:

  • Radioterapi untuk kanker di stadium awal dan cukup efektif.
  • Kemoterapi biasanya dikombinasikan dengan radioterapi namun bisa meningkatkan potensi efek samping.
  • Pembedahan seperti operasi pengangkatan lewat endoskpoi, laringektomi, faringektomi, prosedur pengangkatan noda limfa leher karena terserang kanker.
  • Obat-obatan.

 

Penyebab Kanker Tenggorokan dan Cara untuk Mengatasinya

Kanker tenggorokan adalah penyakit sejenis tumor ganas yang tumbuh serta berkembang pada bagian tenggorokan. Sedangkan untuk jenis tumor itu sendiri pun berasal dari sel-sel yang memiliki jumlah berlipat ganda sehingga tidak dapat terkendali. Sedangkan untuk jenis kanker ini pun juga dapat diderita oleh setiap orang. Pentingnya bagi Anda untuk mengetahui pada beberapa gejala dari kanker yang terjadi pada area tenggorokan. Dengan begitu maka Anda pun dapat segera untuk melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.

Untuk penyakit kanker yang satu ini tentunya membutuhkan pada pemahaman dan dengan melakukan tindakan yang tepat untuk mencegah dari penyakit yang satu ini agar tidak menyerang lebih banyak lagi. oleh sebab itulah pentingnya bagi Anda untuk mengetahui akan hal ini dengan sebaik mungkin agar Anda tidak mengalami penyakit yang satu ini, karena yang namanya kanker tentu saja menjadi penyakit yang menakutkan yang dapat berujung pada kematian.

Baca juga: Waspadai Kanker Tenggorokan yang Tidak Terduga dengan Melakukan Penanganan Berikut!

Untuk mengetahuinya, maka simak pada beberapa gejala dari kanker tenggorokan itu sendiri, yaitu sebagai berikut ini:

  • Tenggorokan akan sulit untuk menelan.
  • Mengalami perubahan pada bagian suara, yaitu suara menjadi serak, dan berbicara dengan suara yang tidak jelas.
  • Mengalami batuk kronis.
  • Merasakan sakit pada bagian tenggorokan.
  • Telinga pun juga ikut merasakan sakit serta akan terasa berdengung.
  • Terdapat benjolan yang tidak kunjung sembuh.
  • Berat badan pun juga mengalami penurunan yang drastic tanpa adanya sebab yang jelas.
  • Terjadi pembengkakan pada bagian rahang, bagian mata, bagian leher, dan pada bagian tenggorokan.

Sedangkan untuk penyebab dari kanker jenis yang satu ini pun disebabkan karena beberapa hal seperti berikut ini:

  • Mengkonsumsi minuman keras dalam jumlah yang berlebihan.
  • Kesehatan pada gigi yang tidak terjaga pun juga bisa menyebabkan kanker pada tenggorokan ini bersarang.
  • Kurangnya mengkonsumsi buah dan sayur.
  • Akibat dari merokok pun jug bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker jenis ini.

Mengingat bahwa untuk gejala pada penyakit yang satu ini memiliki gejala yang hampir sama dengan jenis penyakit yang lainnya sehingga penyakit ini akan sulit untuk diketahui oleh para penderitanya, termasuk pada penderita yang masih awam dalam hal mengenali penyakit yang satu ini. Sedangkan untuk penyakit kanker tenggorokan ini pun juga memiliki penyebab seperti yang ada di atas dengan begitu maka Anda pun juga bisa untuk melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi penyakit kanker jenis yang satu ini, sehingga mengetahui gejala pada kanker jenis ini adalah hal yang wajib untuk Anda perhatikan dengan sebaik mungkin agar Anda segera melakukan tindakan yang tepat.

Waspadai Kanker Tenggorokan yang Tidak Terduga dengan Melakukan Penanganan Berikut!

Kanker tenggorokan merupakan tumor ganas yang berkembang di tenggorokan. Tumor ini berasal dari sel yang berubah menjadi berlipat ganda bahkan tidak terkendali. Berdasarkan pada jenis sel yang berubah menjadi kanker, kanker ini terbagi menjadi 2 yakni adenokarsinoma serta karsinoma sel skuamosa. Sedangkan jika berdasarkan pada area tenggorokan yang diserang, kanker ini dikelompokkan menjadi 3 yaitu kanker laring, faring, serta tonsir. Untuk faring, dibagi menjadi 3 jenis yakni nasofaring, orofaring dan hipofaring.

Di Indonesia, kanker yang menyerang tenggorokan khususnya nasofaring berada di urutan ke 4 sebagai kanker yang banyak di derita selain payudara, leher rahim dan paru. Cukup tingginya penderita kanker jenis ini menunjukkan bila dibutuhkan pemahaman serta tindak pencegahan yang paling tepat sehingga angka kejadian kanker ini bisa ditekan. Gejala dari kanker ini begitu beragam dan tidak sama antara penderita satu dan yang lainnya. Indikasinya seperti pembengkakan di bagian mata, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, benjolan yang tidak sembuh-sembuh, telinga yang sakit, sakit pada bagian tenggorokan, batuk yang kronis hingga perubahan suara.

Gejala kanker tenggorokan ini mirip dengan masalah kesehatan lainnya sehingga kita sangat sulit untuk mendeteksi. Melakukan konsultasi pada dokter lebih baik dilakukan bila mengalami gejala diatas, apalagi jika tidak kunjung membaik atau semakin bertambah parah. semua kanker terjadi karena mutasi di sel. Mutasi ini yang memicu pertumbuhan sel tak terkendali. Demikian juga pada kanker yang terjadi di tenggorokan, penyebab proses mutasi ini belum diketahui dengan pasti, namun ada sejumlah faktor yang diduga meningkatkan resiko seseorang terkena kanker ini.

Beberapa contoh pola hidup yang meningkatkan seseorang terkena kanker seperti penggunaan tembakau, mengkonsumsi minuman keras, tidak menjaga kesehatan gigi dengan baik, tidak mengkonsumsi sayur dan buah hingga mengidap virus HPV. Di tahap awal, dokter akan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara fisik. Bila pasien mengidap kanker ini, pemeriksaan dengan mendetail akan dianjurkan untuk memastikan diagnosis tersebut. Jenis pemeriksaan seperti laringoskopi, endoskopi serta pengambilan sampel jaringan.

Tiap penderita kanker tenggorokan ini memerlukan pengobatan berbeda. penentuan metode pengobatan yang terbaik bergantung dari kondisi kesehatan penderita, stadium kanker hingga lokasi tumbuhnya kanker. Pendeteksian serta pengobatan sedini mungkin merupakan kunci menangani semua kanker. Beberapa langkah penanganan tersebut seperti:

  • Kemoterapi. Beberapa jenis kemoterapi bisa meningkatkan sensitivitas dari sel kanker,
  • Radioterapi. Jika kanker berada di stadium awal, radioterapi ini sudah efektif untuk mengatasinya, namun untuk stadium lanjut, radioterapi hanya digunakan untuk memperlambat perkembangan kanker,
  • Pembedahan. Metode operasi untuk beberapa jenis kanker jenis ini. dokter akan menentukan operasi seperti apa yang dibutuhkan. Jenis operasi pun ada begitu banyak seperti melalui endoskopi, laringektomi, faringektomi dan yang lainnya.

 

Kenali Kanker Tenggorokan Sejak Dini untuk Tindakan Pencegahannya

Kanker merupakan penyakit yang amat mematikan dan berbahaya. Kanker sendiri merupakan tumor ganas yang tumbuh di tubuh. Mungkin Anda sudah kerap mendengar kanker payudara dan kanker serviks namun ada juga kanker yang tak kalah menyeramkan yaitu kanker tenggorokan dimana tumor ganas ini tumbuh di area tenggorokan. Tumor ini berasal dari sel yang berlipat ganda jumlahnya hingga tak terkendali.

Di Indonesia sendiri kanker di tenggorokan ini menempati urutan keempat sebagai kanker terbanyak diderita setelah kanker payudara, kanker serviks, dan juga kanker paru. Mengingat tingginya angka penderita kanker ini maka sudah pasti setiap orang harus mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan tenggorokan sendiri. Berikut ini beberapa gejala pada kanker di tenggorokan:

Baca juga: Ulasan Seputar Gejala Kanker Tenggorokan Hingga Stadiumnya

  • Rasa sulit ketika menelan.
  • Mulai adanya perubahan suara dengan serak atau bahkan bicara tak jelas.
  • Batuk yang kronis.
  • Rasa sakit di tenggorokan.
  • Telinga yang sering berdengung dan sakit.
  • Benjolan tak kunjung sembuh.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
  • Pembengkakan di mata, tenggorokan hingga leher dan rahang.

Jika dilihat kembali, gejala yang ada di kanker tenggorokan ini memang cenderung sama dengan gejala untuk masalah kesehatan lainnya sehingga kerapkali sulit dideteksi. Jika Anda merasakan gejala tersebut, maka sesegera mungkin langsung periksakan diri ke dokter. Hal dilakukan demi penanganan yang lebih baik dan maksimal sejak dini sebelum penyakit kian parah dan menyebar. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kanker pada tenggorokan diantaranya:

  • Pemakaian tembakau baik untuk merokok hingga dikunyah.
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol.
  • Kesehatan gigi tidak terjaga.
  • Kurangnya konsumsi buah dan sayur.
  • Mengidap infeksi dari virus HPV hingga penyakit asam lambung.

Pada kasus kanker, biasanya selalu ada tingkatan stadium dimana kian tinggi stadiumnya, maka kian parah kanker tersebut. Demikian juga dengan kasus kanker di tenggorokan ini dimana ada lima stadium yaitu:

  • Stadium 0 yaitu ketika tumor masih hanya ada di jaringan tenggorokan.
  • Stadium 1 yakni tumornya berukuran kecil dan hanya menyerang di bagian tenggorokan dengan ukuran di bawah 7 cm.
  • Stadium 2 dimana tumor ukurannya mulai membesar dan belum menyebar ke luar tenggorokan.
  • Stadium 3 telah kian parah dimana tumor sudah mampu menyebar ke jaringan lainnya di dekat tenggorokan.
  • Stadium 4 adalah stadium tertinggi karena tumor telah menyebar sampai ke jaringan hingga organ luar tenggorokan.

Itulah sekilas tentang kanker tenggorokan yang jarang diketahui oleh masyarakat banyak. melihat kian hari kian banyak saja yang menderita kanker yang satu ini, maka ada baiknya mulai menjaga diri dengan menghindari rokok dan alkohol. Selain itu selalu jaga kesehatan gigi dan banyak makan makanan sehat sehingga tenggorokan bisa terjaga dari segala jenis penyakit.

 

Ulasan Seputar Gejala Kanker Tenggorokan Hingga Stadiumnya

Kanker tenggorokan merupakan tumor ganas yang berada di area tenggorokan. Tumor ini berasal dari sel yang memiliki jumlah berlipat ganda serta tidak terkendali. Berdasarkan pada jenis sel yang berubah menjadi kanker, kanker ini digolongkan menjadi dua yakni sel skuamosa serta adenokarsinoma. Sedangkan berdasarkan pada area tenggorokan yang bisa diserang, kanker ini dikelompokkan menjadi 3 yakni kanker laring, faring hingga tonsil. 

Untuk kanker faring, kanker ini terdiri dari 3 jenis yaitu kanker nasofaring yakni kanker yang menyerang di bagian atas, kanker orofaring yakni yang menyerang tengah tenggorokan serta hipofaring, kanker di bagian bawah tenggorokan. Di Indonesia, kanker jenis ini khususnya untuk nasofaring berada di urutan ke 4 sebagai kanker yang banyak di derita sesudah kanker payudara, leher rahim dan paru. Cukup tingginya penderita kanker ini, hal ini menunjukkan dibutuhkannya pemahaman dan tindakan untuk pencegahan yang paling tepat sehingga, angka kejadian bisa ditekan. 

Gejala dari kanker tenggorokan dapat beraneka ragam serta tidak sama di tiap penderita. Beberapa indikasinya seperti sulit menelan, adanya perubahan suara seperti serak atau cara bicara yang kurang jelas, batuk kronis, sakit di bagian tenggorokan, telinga yang sakit, benjolan yang tidak lekas sembuh, menurunnya berat badan. Gejala kanker ini mirip dengan masalah kesehatan lainnya, sehingga lebih sulit untuk dideteksi. Konsultasi ke dokter lebih baik dilakukan saat mengalami gejala di atas, apalagi jika tidak kunjung membaik atau malah bertambah menjadi semakin parah. 

Semua kanker bisa terjadi karena adanya mutasi sel. Mutasi ini yang memicu tumbuhnya sel menjadi tidak terkendali. Demikian juga dengan kanker yang menyerang tenggorokan seperti kondisi kesehatan dan pola hidup. Beberapa contohnya seperti penggunaan tembakau, entah untuk digunakan sebagai rokok atau untuk dikunyah, kurang mengkonsumsi sayur dan buah, kesehatan gigi yang tidak dijaga dengan baik, mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan. Ketika seseorang merasa mengidap penyakit ini, di tahap awal diagnosis, nantinya dokter akan menanyakan gejala awal serta riwayat kesehatan, bahkan melakukan pemeriksaan fisik bila pasien di duga mengidap kanker. Pemeriksaan dengan mendetail akan dianjurkan agar bisa memastikan diagnosis. 

Untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran dari kanker tenggorokan, stadium akan membantu dokter untuk mencari pengobatan yang pas untuk penderita. Berikut stadium pada kanker ini, antara lain:

  • Stadium 0, tumor berada di jaringan tenggorokan,
  • Stadium 1, tumor memiliki ukuran kecil dibawah 7 cm serta hanya menyerang di bagian tenggorokan,
  • Stadium 2, tumor telah memiliki ukuran besar, namun belum menyebar hingga di luar tenggorokan,
  • Stadium 3, tumor telah menyebar di jaringan dekat tenggorokan,
  • Stadium 4, tumor telah menyebar sampai di jaringan maupun organ di luar tenggorokan.

 

 

 

© 2020 obatperawatan.com

Theme by Anders NorenUp ↑