Tag: Penyakit Terbaru

Mengenal Penyakit Terbaru Berbahaya yang Bisa Ditularkan dari Hewan

Di era yang serba modern seperti saat ini, banyak sekali penyakit yang berkembang di masyarakat. Memang gaya hidup yang berubah juga menjadi faktor yang menyebabkan munculnya ragam penyakit. Sebut saja darah tinggi, jantung hingga diabetes yang diakibatkan oleh gaya hidup tak sehat masyarakat masa kini. Namun ada juga banyak sekali penyakit terbaru yang meresahkan dan muncul di lingkungan masyarakat. Setelah diteliti, penyakit berbahaya tersebut justru datang dari penularan oleh hewan.

Berikut ini beberapa jenis penyakit berbahaya yang bisa ditularkan oleh hewan di sekitar Anda yang patut untuk diwaspadai:

  • Flu burung

Beberapa tahun yang lalu penyakit ini menjadi momok yang amat menakutkan bagi semua masyarakat yang memiliki unggas dan burung di sekitar rumahnya. Virus ini menjangkit jenis burung dan unggas lalu menularkannya ke manusia sehingga sangat mengkhawatirkan. Tercatat sudah banyak sekali penderita yang meninggal dunia. Penularannya bisa lewat udara yang sudah tercemar virus H5N1.

  • Flu babi

Selain flu burung ada juga virus flu yang menjangkit babi. Virus ini banyak meresahkan masyarakat karena memang sudah banyak yang jadi korban. Jika flu burung diakibatkan H5N1, maka flu babi diakibatkan oleh H1N1 dan bisa ditularkan lewat binatang ke manusia dan manusia ke manusia.

  • Rabies

Rabies memang bukan penyakit terbaru, namun tetap saja masuk daftar penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh hewan misalnya anjing, kera, kucing dan hewan lainnya ke manusia. Rabies ini biasa disebut penyakit anjing gila dimana mampu menyerang hingga ke susunan sistem syaraf pada manusia sehingga mampu menyebabkan kematian bagi penderitanya.

  • Cacingan

Penyakit cacingan merupakan penyakit yang umum diderita oleh masyarakat. Meski begitu, penderita tentu juga tak nyaman ketika mendapati penyakit ini di tubuhnya. Untuk sebagian besar orang memang penyakit ini sering disepelekan, padahal jika terus dibiarkan cacing yang ada di tubuh bisa menjadi penyebab infeksi di seluruh organ tubuh. Ciri penderita cacingan adalah badan kurus, diare hingga dehidrasi dan anemia yang disebabkan infeksi cacing. Banyak yang menyepelekan penyakit ini dan akhirnya meninggal.

  • Toxoplasmosis

Penyakit ini ditularkan dari hewan sejenis kucing namun kucing hutan, harimau hingga kucing jenis rumahan biasa. Umumnya yang tertular adalah wanita dan mampu menyebabkan kemandulan, gugur kandungan hingga cacat bayi lahir.

Itulah beberapa penyakit terbaru yang amat berbahaya dan ditularkan melalui hewan ke manusia. Untuk itu, jika mendapati keluarga, teman atau saudara mengalami gejala-gejala penyakit aneh dan tidak lazim maka ada baiknya segera di periksakan ke dokter sehingga bisa diberikan penanganan yang tepat. Ada baiknya juga jika hewan peliharaan atau hewan ternak di periksakan kesehatannya secara berkala.

 

Jenis Penyakit Terbaru dan Mematikan yang Ada di Dunia

Dunia medis telah sangat berkembang sekarang ini bukan hanya dari masa lampau tetapi memasuki era global ini ada banyak penyakit yang sangat mudah disembuhkan dengan mudah. Padahal dahulu penyakit tersebut merupakan penyakit yang mematikan dengan banyak korban yang meninggal. Contohnya saja penyakit malaria, campak, TBC, dan masih banyak jenis penyakit lainnya yang dahulu merupakan penyakit mematikan tetapi sekarang dapat diobati dengan baik. Akan tetapi seiring perkembangan jaman, penyakit sekarang ini juga banyak sekali jenisnya. Sehingga terdapat penyakit terbaru yang zaman dahulu tidak ditemui kasusnya. Bahkan penyakit tersebut sama berbahaya malaria pada zaman dulu. Dan penyakit baru tersebut masih belum ada obatnya atau sedang dalam pengembangan. Sehingga diharapkan ketika zaman telah berganti, penyakit baru ini akan menjadi penyakit yang tidak mematikan lagi di masa depan. Akan tetapi apabila saat ini masih harus diwaspadai karena sangat mematikan. Beberapa jenis penyakit baru yang ada di dunia dan sangat mematikan tersebut adalah:

Baca juga: Penyakit Terbaru Yang Menyerang Traveler

  • Ebola

Merupakan penyakit yang sangat mematikan dan termasuk baru di dunia medis. Penyakit ini merupakan jenis penyakit menular yang paling mematikan di seluruh dunia. Dimana apabila terkena penyakit ini, faktor kematiannya lebih dari 90 persen karena belum ada pengobatan yang bisa dilakukan oleh tim medis. Sedangkan langkah yang hanya bisa dilakukan adalah karantina sehingga sangat penting untuk menjaga pola hidup sehat agar tidak sampai tertular ebola.

  • Mers-CoV

Merupakan jenis penyakit terbaru selanjutnya yang sangat mematikan dan meresahkan masyarakat maupun di dunia medis. Penyakit ini belum mempunyai antivirusnya sendiri sehingga sampai saat ini penyakit Mers-CoV merupakan penyakit sangat mematikan dan untuk presentase meninggalnya pasien yang mengidapnya sangat tinggi. Penyakit ini sendiri merupakan jenis penyakit dara SARS yang juga sangat berbahaya di dunia. Virus ini pada awalnya menyebar antar unta dan terjadi pertama kali di Timur Tengah.

  • Chagas

Merupakan jenis terbaru yang ada dan dianggap sebagai AIDS kedua karena untuk mengetahui gejalanya baru bisa dideteksi selama bertahun-tahun. Sehingga orang yang menderitanya akan terlihat sehat tetapi selanjutnya kesehatannya akan menurun dan meninggal. Chagas ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena dapat membuat penyakit jantung bengkak hingga meledak. Oleh karena itulah Chagas ini dianggap lebih berbahaya daripada AIDS.

  • HIV-AIDS

Dan jenis penyakit terbaru tetapi sudah diketahui oleh masyarakat luas adalah HIV-AIDS. Jenis ini penyakit ini masih menjadi penyakit yang sangat mematikan di dunia karena walaupun telah ditemukan vaksinnya tetapi harganya masih sangat mahal. Sehingga penderitanya tidak bisa tertolong. Jenis penyakit ini menyasar pada kekebalan tubuh oleh penderitanya, sehingga penderita AIDS akan sangat rapuh sehingga kekebalan tubuhnya semakin lama semakin turun hingga kematiannya.

 

MERS, Penyakit Terbaru di Abad 21

Salah satu penyakit terbaru yang muncul di Abad 21 ini adalah MERS atau Middle East Respiratory Syndrome. WHO sebagai Organisasi Kesehatan Dunia mencatat ada lebih dari 1.300-an penderita yang pernah dikarantina di Korea Selatan.

Pihak Korea Selatan mengakui bahwa terjadi peningkatan jumlah pasien yang ditangani di rumah sakit pada tahun 2015 lalu. Ada cukup banyak penderita yang kemudian tewas karena tertular virus mematikan ini ketika berada di Korea Selatan.

Kasus pertama penyakit terbaru MERS yang terjadi di Korea Selatan dilaporkan pertama kali pada 20 Mei 2015 yang mana menjangkit seorang warga pria berusia 68 tahun yang baru saja kembali ke Korsel setelah berkunjung ke Bahrain, Watar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Bahkan, saking seriusnya dan mengkhawatirkannya virus ini di wilayah Korea, Kementerian Pendidikan setempat juga meliburkan lebih dari 900 sekolah agar anak-anak di Korea Selatan tidak terkena virus berbahaya tersebut.

Pada tahun 2015, penyebaran virus MERS di Negara Korea Selatan memang mengejutkan berbagai pihak, khususnya karena negara ini mempunyai teknologi kesehatan yang modern dan canggih, namun ternyata virus berbahaya justru mewabah di negara ini.

Presiden Korsel juga menyerukan supaya semua pihak berusaha sekuat tenaga agar wabah yang belum ditemukan obatnya ini bisa berhenti. Reaksi awal dari munculnya virus MERS di Korea Selatan ini memang sangat penting, akan tetapi hal ini justru malah melupakan bagaimana cara penularan dari virus ini.

MERS adalah virus yang berasal dari ‘keluarga’ yang sama dengan SARS Severe Acute Respiratory Syndrom). Penyakit ini sebenarnya muncul pertama kali pada tahun 2012 di wilayah Timur Tengah yang kemudian menyebabkan 422 orang meniggal dunia. Meski begitu, penyebaran MERS lewat perantara manusia ke manusia lain sebenarnya lebih lambat jika dibandingkan dengan SARS.

Menurut dr Leo Poon, seorang ahli virus di University of Hong Kong, ia mengatakan jika MERS sudah beredar pada manusia dalam kurun waktu cukup lama.

Seseorang yang terjangkit virus MERS biasanya menunjukkan beberapa gejala, seperti demam kemudian batuk parah yang bisa menyebabkan gagal ginjal dan pneumonia.

Untuk pencegahannya sendiri, Pemerintah Korea Selatan, khususnya dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit yang tumbuh di wilayh Korea Selatan ini agar selalu menjaga kebersihan sehari-hari, baik itu kebersihan diri, kerabat, maupun lingkungan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun antikuman, selain itu juga menhindari kontak dengan pasien yang terjangkit oleh MERS.

Penyakit terbaru di abad 21 ini memang sempat begitu gempar, tak hanya di Korea Selatan, namun juga hingga di Indonesia sehingga beberapa orang yang diduga menderita penyakit ini harus diisolasi agar tidak menular ke orang lain.

Penyakit Terbaru yang Harus Diwaspadai

Menurut WHO (World Health Organization), tahun 2017 merupakan waktu yang paling potensial dalam berkembangnya penyakit karena akses ke seluruh penjuru dunia makin mudah, sehingga penyebaran beberapa penyakit kian meningkat. Dan berikut ini adalah beberapa penyakit terbaru yang harus diwaspadai oleh warga dunia:

  1. Leishmaniasis

Leishmaniasis adalah penyakit terbaru yang diakibatkan oleh gigitan sejenis lalat pasir yang ukurannya sepertiga lebih kecil dari ukuran lalat biasa. Setelah  digigit, kemudian parasit akan menyebar sehingga menyebabkan infeksi pada luka. Apabila tidak segera diobati, luka tersebut akan menjadi semakin besar dan melebar. Bagi yang suka bepergian, sebaiknya gunakan lotion pelindung kulit agar terhindar dari gigitan lalat pasir ini. Penyakit ini sudah banyak menyebar di Eropa, Irak, Afghanistan, hingga Amerika Serikat.

  1. Rift Valley Fever

Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus zoonosis yang disebarkan oleh nyamuk Aedes atau Culex dari hewan ternak. Ketika digigit nyamuk ini, hal pertama yang akan dirasakan penderita adalah demam dan drop, dan apabila tidak segera diatasi akan menyebabkan pasien meninggal dunia.

  1. Virus Oropouche

Virus ini memiliki gejala yang cukup ngeri. Penderita akan kehilangan nafsu makan, muntah, sakit kepala, demam, sampai komplikasi. Penyakit ini juga disebarkan oleh nyamuk Aedes dan Culex. Penderitanya sudah banyak menyebar di negara Brazil, Peru, Trinidad, Panama, sampai Tobago.

  1. Virus Mayaro

Virus Mayaro memiliki julukan sebagai ‘The Next Zika’ yang serangannya ditimbulkan oleh gigitan nyamuk. Untuk menghindari virus ini bisa menggunakan lotion pencegah gigitan serangga serta pakaian yang menutup tubuh.

  1. Elizabethkingia

Bagi yang suka travelling dan berkegiatan di alam, maka harus mewaspadai bakteri patogen yang bisa menyebabkan penyakit Elizabethkingia. Bakteri ini muncul di tanah, air tawar, air asin dan sudah mengontaminasi berbagai negara di dunia. Biasanya bakteri ini muncul di tubuh katak serta ikan. Bakteri ini tidak memperlihatkan gejala sakit pada sang penderita akan tetapi selaput pelindung otak serta saraf tulang belakang penderita akan treinfeksi sehingga dapat menyebabkan kematian.

Itulah beberapa penyakit terbaru yang ada di dunia yang harus diwaspadai. Sebaiknya gunakan lotion anti serangga ketika bepergian karena beberapa penyakit disebabkan oleh gigitan nyamuk yang berbahaya. Waspadai pula jika bepergian ke negara-negara atau wilayah-wilayah yang sedang mengalami serangan penyakit-penyakit tersebut. Apabila memungkinkan, hindari dulu bepergian ke negara-negara yang sedang terjangkit dan pilihlah negara tujuan lain yang aman dari virus atau penyakit yang sedang menjangkit. Selain itu, sebaiknya makan-makanan yang bersih dan higienis dan pastikan selalu berolahraga untuk menjaga kebugaran. Apabila merasa tidak enak badan, segera langsung check up ke dokter untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya.

Penyakit Terbaru Yang Menyerang Traveler

Seperti yang kita semua tahu, resolusi bukan satu-satunya hal yang penting untuk di bahas di tahun baru. Kita juga harus berhati-hati dengan berbagai kemungkinan tertular penyakit di tahun 2017. Berdasarkan World Health Organizationtahun 2017 adalah waktu yang paling berpotensi dalam perkembangan penyakit di mana letak geografis dan akses menuju penjuru dunia semakin mudah, sehingga membuat penyebaran beberapa penyakit semakin meningkat. Berikut ini adalah 5 penyakit terbaru yang harus kamu waspadai saat keluar bertemu orang baru ketika traveling.

  • Leishmaniasis yang disebabkan oleh gigitan lalat pasir

Leishmaniasis merupakan penyakit baru yang disebabkan gigitan sejenis lalat pasir Lutzomyia dan Phlebotomus yang berukuran sepertiga dari ukuran lalat biasa. Setelah digigit, parasit akan menyebar dan mengakibatkan infeksi pada luka. Jika tidak segera diobati, luka ini akan membesar. Bagi kamu yang akan traveling, lebih baik menggunakan lotion pelindung kulit untuk menghindari gigitan lalat pasir ini. Saat ini, penyakit ini banyak terjadi di Eropa, mulai dari Amerika Serikat, Irak, dan Afghanistan.

  • Rift Valley Fever yang berawal dari virus dari hewan ternak

Penyakit ini terjadi akibat serangan virus zoonosis yang dibawa oleh nyamuk Aedes atau Culex dari hewan ternak. Saat digigit oleh nyamuk ini, penderita akan merasa demam dan drop, jika tidak segera ditangani, penderita bisa meninggal dunia. Traveler harus waspada dengan penyakit ini, karena virus ini sudah mulai menyebar di Asia sejak tahun 2000-an.

  • Virus Oropouche yang membawa gejala demam, hilang nafsu makan, sakit kepala, hingga komplikasi

Virus ini membawa gejala yang cukup bikin ngeri. Penderita akan mengalami demam kehilangan nafsu makan, sakit kepala, muntah, hingga komplikasi. Lewat nyamuk Culex dan Aedes, penyakit ini menyebar.

  • Virus Mayaro yang menyerang anak-anak

Kamu pasti pernah membawa serta adik atau anak ketika traveling. Hal yang harus kamu perhatikan ketika membawa serta mereka adalah dengan memberikan lotion pencegah gigitan serangga dan juga peralatan aman saat jalan-jalan di pantai karena banyak cacing pantai yang cukup berbahaya. Virus Mayaro sendiri merupakan virus yang dijuluki dengan nama ‘the next Zika’ yang bisa menyerang karena gigitan nyamuk Aedes.

  • Elizabethkingia, bakteri yang saat ini banyak ditemukan di alam dan mengakibatkan kematian

Traveler identik dengan kegiatan alam yang menantang. Tahukah kamu, saat ini terdapat sebuah bakteri yang ternyata telah mengontaminasi berbagai daerah di dunia. Bakteri ini muncul di air tawar, air asin, atau tanah. Biasanya bakteri ini hadir di ikan dan katak. Bakteri patogen ini tidak akan memperlihatkan gejala sakit sang penderita. Penderita akan mengalami infeksi di selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang (meningitis) yang bisa mengakibatkan kematian.

Nah, itu dia penyakit terbaru yang menyerang traveler. Mulai sekarang, mari menjadi traveler yang peduli dengan kesehatan. Jangan lupa untuk selalu membawa lotion anti serangga dan peralatan yang bisa menjamin kebugaran tubuh. Jangan lupa juga melakukan check-up untuk mengetahui kemungkinan adanya keluhan penyakit agar bisa segera diobati.

Penyakit Terbaru : Japanese Encephalitis

Data dari WHO (World Health Organization) dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari banyak negara Asia yang menjadi daerah endemis virus japanese encephalitis. Setiap calon wisatawan yang hendak berkunjung ke Indonesia mendapatkan informasi mengenai penyakit terbaru ini dan dapat melakukan pencegahan awal untuk menghindarinya. Tetapi sayangnya, informasi mengenai japanese encephalitis di dalam negeri kita sendiri sangat terbatas. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang bahaya penyakit ini.

Baca juga: Obat Herbal Mengobati Penyakit Lever

Japanese Encephalitis adalah penyakit radang otak akibat virus, yang paling banyak terjadi di kawasan Asia. Virus japanese encephalitis adalah virus golongan flavivirus. Penularan virus tersebut sebenarnya hanya terjadi antara nyamuk Culex (terutama Culex tritaeniorhynchus), babi, dan atau burung sawah/ladang. Manusia bisa tertular virus japanese encephalitis bila tergigit oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang terinfeksi. Biasanya nyamuk ini lebih aktif pada malam hari. Nyamuk golongan Culex ini banyak terdapat di persawahan dan area irigasi. Di Bali, tingginya kejadian japanese encephalitis dikaitkan dengan banyaknya persawahan dan peternakan babi di area tersebut. Kejadian penyakit japanese encephalitis pada manusia biasanya meningkat pada musim penghujan.

Sebagian besar penderita japanese encephaltiis hanya menunjukkan gejala yang ringan atau bahkan tidak bergejala sama sekali. Gejala dapat muncul 5-15 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi virus. Gejala awal yang muncul dapat  berupa demam, menggigil, sakit kepala, lemah, mual, dan muntah. Kurang lebih 1 dari 200 penderita infeksi japanese encephalitis menunjukkan gejala yang berat yang berkaitan dengan peradangan pada otak (encephalitis), berupa  demam tinggi mendadak, sakit kepala, kaku pada tengkuk, disorientasi, koma (penurunan kssadaran), kejang, dan kelumpuhan.

Bila Anda terserang infeksi, sistem imun tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan infeksi tersebut. Tes-tes laboratorium ini berfungsi mendeteksi adanya antibodi (IgM) yang melawan virus japanese encephalitis. IgM dapat dideteksi dalam cairan sumsum 4 hari setelah gejala muncul, dan dapat dtemukan dalam darah 7 hari setelah gejala muncul. Saat ini tidak ada pengobatan spesifik untuk penyakit japanese encephalitis. Pengobatan yang  diberikan adalah berdasarkan gejala yang diderita pasien (simtomatik), seperti istirahat, pemenuhan kebutuhan cairan harian, pemberian obat pengurang demam, dan pemberian obat pengurang nyeri. Pasien perlu dirawat inap supaya dapat diobservasi dengan ketat, sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan bila timbul gejala gangguan saraf atau komplikasi lainnya.

Beberapa tindakan pencegahan penyakit terbaru yang bisa dilakukan antara lain :

  • Mencegah gigitan nyamuk
  • Menggunakan anti nyamuk berupa lotion atau spray yang aman bagi kulit
  • Menggunakan pakaian yang menutupi tubuh bila beraktivitas di luar rumah
  • Menggunakan kelambu saat tidur/ air conditioner
  • Sebisa mungkin menghindari kegiatan di malam hari di area pertanian, ladang, atau persawahan di mana banyak terdapat nyamuk Culex.
  • Vaksinasi

Pencegahan utama yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan vaksin japanese encephalitis. Vaksin ini dapat diberikan mulai usia 2 bulan hingga dewasa. Vaksin ini perlu diberikan 2 kali, dengan jarak antar pemberian vaksin 28 hari. Vaksin booster bisa diberikan pada orang dewasa (>17th) minimal setahun setelah 2 dosis vaksin tersebut.

 

© 2020 obatperawatan.com

Theme by Anders NorenUp ↑